Filosofi Vidhi Vasa

Disajikan sebuah topik Vidhi Vasa artinya sifat Ida Sang Hyang Vidhi Vasa yang Maha Kuasa, antara lain berikut ini yang bersumber dari pustaka suci Bhagavad Gītā II-25 yang dikutip sebagai berikut:

“अव्यक्तोऽयमचिन्त्योऽयमविकार्योऽयमुच्यते ।
तस्मादेवं विदित्वैनं नानुशोचितुमर्हसि ॥ २-२५॥”

avyakto ‘yam acintyo ‘yam avikāryo ‘yam ucyate
tasmād evaṁ viditvainaṁ nānuśocitum arhasi

Artinya:
Dia tak dapat diwujudkan dengan kata-kata, tak dapat dipikirkan dan dinyatakan, tak berubah-ubah; karena itu dengan mengetahui sebagaimana halnya, engkau tak perlu berduka.

Adapun makna sifat Ida Sang Hyang Vidhi Vasa adalah sebagai berikut:

  1. Avyakto atau Avyakta artinya tak terlahirkan; tak dapat diwujudkan dengan kata-kata.
    Maknanya bahwa Tuhan tidak dilahirkan, Tuhan tidak bisa diwujudkan dengan kata-kata karena Tuhan adalah Maha Pencipta.
  2. Acintyo artinya tak terpikirkan.
    Maknanya bahwa Tuhan tidak terpikirkan, namun Tuhan Maha Pemikir. Tuhan sabar memikirkan semua ciptaan-Nya. Tuhan mencatat semua kinerja ciptaan-Nya sehingga disebut Sang Hyang Suratma.
  3. Saavikāryaḥ artinya tak berubah.
    Maknanya Tuhan tidak berubah, namun Tuhan mengadakan perubahan gaib dengan gempa, tsunami, gunung meletus, banjir bandang, dan sebagainya.
  4. Viditvainam artinya dengan mengetahui-Nya.
    Maknanya bahwa Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu. Tuhan mengetahui mana Sukrta dan mana Duskrta.
  5. Na Anuśocitum artinya jangan membuat kamu sedih.
    Maknanya bahwa Tuhan tidak membuat ciptaan-Nya sedih. Namun ciptaan ini yang sedih karena tidak berterima kasih kepada Tuhan. Umat Hindu wajib angayubhagya.
  6. Arhasi artinya kehendaknya.
    Maknanya bahwa Tuhan Maha Berkehendak. Tuhan menentukan apa yang dikehendaki. Jika umat manusia durhaka, curang, lobha, buruk, congkak, maka Tuhan menghadiahi hukuman berupa duka, lara, dan derita. Tuhan Maha Adil.

Intinya, mari maknai filosofi Vidhi Vasa sebagai kuasa tertinggi dari Tuhan. Tuhan menciptakan, Tuhan memelihara, dan Tuhan memusnahkan untuk kembali ke alam Naraka.
Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Palangka Raya, 23.5.2025
Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Pūrvāgama Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 1 Juli 2026 Umat Se-dharma, umat Hindu dalam menjalankan dharmaning hidup memiliki kewajiban suci yang disebut dharmaning agama, yaitu berkewajiban mempelajari, memahami, dan memancarkan isi Kitab Suci Weda, Dharma Vāhinī, serta memahami berbagai ilmu pengetahuan suci, yaitu Āndrayuga atau Vruh Ring Sarva Jñāna (pengetahuan tentang segala ilmu), sehingga dapat menjalankan wiweka (kemampuan…

  • Bangun Soliditas Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 21 Juli 2027 Umat Sedharma, Dalam Pustaka Suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.” Ajaran suci ini mengajarkan umat Sedharma untuk senantiasa bersinergi, bersatu, dan berpikir secara strategis demi mewujudkan tujuan bersama. Demikian pula dalam mantra Sahrdayam samanasyam avidvesam kṛṇomi vaḥ… dijelaskan…

  • Filosofi Pùjayitvà Grhasthah

    Oleh I Ketut Subagiaata Disajikan sebuah uraian dengan Pùjayitvà Grhasthah, artinya kewajiban kepala rumah tangga melakukan pemujaan suci berupa panca yajña. Mari dimaknai dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA III-117, yang dikutip sebagai berikut: “देवानृषीन् मनुष्यांश्च पितन् गृह्याश्च देवताःपूजयित्वा ततः पश्चाद् गृहस्थः शेषभुग्भवेत्”devānṛṣīn manuṣyāṁśca pitan gṛhyāśca devatāḥpūjayitvā tataḥ paścād gṛhasthaḥ śeṣabhugbhavet Artinya:Setelah…

  • Sukha-duḥkha (Bhagavadgītā XV.5)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)4 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Sukha-duḥkha (Bhagavadgītā XV.5) Sukha-duḥkha adalah senang dan susah, yaitu dualisme pasangan yang saling berlawanan. Saat senang, ingatlah nirmāna-mohaḥ, yaitu tanpa kecongkakan dan kebingungan. Tetaplah tenang atau praśāntaḥ, tetap damai atau śāntiḥ, dan tetap sabar atau kṣāntiḥ. Saat duḥkha, ingatlah jita-saṅga-doṣāḥ, yaitu mengalahkan jahatnya keterikatan….

  • Filosofi Saraswati, Pañcami Bhavati

    Oleh I Ketut Subagiasta Palangka Raya, 8 Februari 2025 Hari Saniscara Umanis Watugunung adalah hari suci Saraswati, di mana terdapat lima hal yang dihormati. Ajaran luhur ini dapat dimaknai melalui pustaka suci Mānava Dharmaśāstra – Sloka II-136 yang dikutip berikut ini: “वित्तं बन्धुर्वयः कर्म विद्या भवति पञ्चमीएतानि मान्यस्थानानि गरीयो यद् यदुत्तरम्” “Vittaṁ bandhurvayaḥ karma vidyā…

  • Rahasyajñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/06/2026 Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai Kitab Rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan memahami isi kandungan pustaka suci Weda, Mahaṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa dan Mahaṛṣi Vyāsa melalui epos besar Mahābhārata menyampaikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *