Tumbuhkan Rasa Kasih Sayang

Mutiara Weda
Yogyakarta, 25/06/2025

Umat Se-Dharma,
Dalam mengarungi kehidupan di dunia maya pada ini, tak bisa lepas dari Rwa Bhineda. Demikian pula, pengaruh sifat-sifat negatif selalu menghantui jiwa umat manusia yang perlu dikendalikan: sifat dengki, iri hati, atau Matsarya—sifat yang senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Jadikan rasa kasih sayang sebagai benteng dalam membangun kedamaian dan keharmonisan terhadap sesama.

Manakala batin selalu diselimuti oleh rasa iri hati dan dengki pada sesama (Matsarya), tatkala melihat orang lain memiliki kelebihan, sesungguhnya orang seperti inilah yang paling menderita dan sengsara di muka bumi ini—yang amat sulit untuk disembuhkan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, jauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati dengan menampakkan rasa kasih sayang (Prema) dan sifat pemaaf (Ksama), serta melakukan pengekangan dan pengendalian diri (Yama dan Nyama Brata) terhadap Panca Indriya. Niscaya, kita akan dapat menjalankan hidup dengan damai, rukun, dan harmonis.
(S.S. 89–91)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Rāga-Dveṣa (Bhagavadgītā II.64)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)1 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Rāga-Dveṣa (Bhagavadgītā II.64) Rāga-dveṣa adalah cinta dan benci, kesenangan dan kebencian. Manusia wajib mampu mengendalikan rāga-dveṣa. Cinta dan benci yang terkendalikan akan mengantarkan seseorang memperoleh kedamaian hidup yang tertinggi, yaitu parama śāntiḥ (kedamaian tertinggi). Sebaliknya, apabila cinta dan benci tidak dapat dikendalikan, maka yang…

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…

  • Sumber-sumber Dharma Pijakan bagi Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/05/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda ada menguraikan:Idanim dharma pramananyaha, wedo khilo dharmamulam… dst, seluruh pustaka suci Weda adalah sumber Dharma, kemudian adat istiadat, dan tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda serta tata cara kehidupan orang-orang suci dan akhirnya menuju kepuasan diri pribadi Atmanastuti. Orang yang mengikuti…

  • Arjavam (BG XVI.1)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)31 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Arjavam (BG XVI.1) Arjavam berarti jujur, kejujuran, dan integritas. Setiap perbuatan manusia hendaknya dilandasi kejujuran. Kejujuran dalam berpikir, kejujuran dalam berkata, dan kejujuran dalam bertindak merupakan fondasi kehidupan yang harmonis. Harmoni kehidupan dibangun di atas kejujuran untuk mewujudkan kehidupan yang subur, makmur, dan sejahtera….

  • Pustaka Suci Weda, Bingkai dalam Kebhinekaan Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 11/05/2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā disebutkan: “Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstraṁ tu vai smṛtiḥ,te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau.” Artinya:Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda, sedangkan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma. Hindu yang membumi dalam kebhinekaan…

  • Yajña Tiang Penyangga Pura

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra tersurat: yasyāṃ sadoha vṛdhane yūpo yasyāṃ nimīyate… yang mengandung makna bahwa di tempat suci (pura) tempat dipancangkannya yūpa (tiang upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin. Melaksanakan yajña suci, khususnya pañca mahā yajña, merupakan sarana bagi umat Hindu…