Sinergiskan Unsur Cakra Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 15 / 05 /2025

Umat Sedharma,
Sifat melayani nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari etos kerja atau Karma Baik (Subha Karma) sesuai dengan ajaran Etika Hindu. Melayani kebajikan kepada sesama melalui Dharma Sevanam akan membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.

Dari kesucian akan lahir kemuliaan, dari kemuliaan akan datang kehormatan, dan dari kehormatan akan diperoleh kebenaran (Satya).

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita bangun karakter budi luhur dengan landasan kesucian dalam diri, baik lahir maupun batin melalui Dharma Sevanam, serta mengedepankan sifat Tresna Asih sesuai ajaran Tri Parartha, yaitu:

  1. Asih (Cinta Kasih),
  2. Punia (Kebajikan), dan
  3. Bhakti (Pengabdian).

Dengan demikian, akan terwujud umat Hindu yang mampu membangkitkan serta mensinergikan unsur Cakra Dharma dalam diri, yaitu:

  • Satyam (Kebenaran),
  • Sivam (Kesucian), dan
  • Sundaram (Keindahan),

yang akan membawa menuju kebahagiaan sejati.

(Yajur Veda, 19.30)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Widvāṅga

    Mutiara WedaYogyakarta, 31 Mei 2026 Umat sedharma, jika dilihat dari dinamika kehidupan pada zaman ini, artha atau uang serta kekayaan seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan serta sangat dihargai pada zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia seakan-akan…

  • Ngayah – Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 22 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Dalam pustaka suci disebutkan:Kurvan eveha karmāṇi, jijīviṣet śataṁ samāḥ,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup sebagai manusia yang terlahir di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja adalah suatu kewajiban dan bentuk kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan semata-mata karena hasil perbuatan yang diinginkan. Jangan pula pahala menjadi satu-satunya motif….

  • Sāttvika Yajña

    Mutiara Weda Yogyakarta, 19/10/2025 Umat se-dharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña merupakan kewajiban suci berdasarkan petunjuk pustaka suci Veda Saṃhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Ada lima unsur penting dalam meyajña, yaitu: 1. Mantra — doa-doa suci yang harus diucapkan oleh umat…

  • Jangankan Manusia, Binatang pun Butuh Kedamaian

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/08/2026 Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana, membimbing dan menuntun seluruh perilaku atau tindakan. Pikiran juga menjadi sumber pengetahuan serta perantara atau penghubung yang paling cepat. Pikiran merupakan penentu baik atau buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indriya dan menjadikan niat serta…

  • Medharmasanti

    Mutiara Weda21/03/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengingatkan kita sebagai umat sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama.Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sifat ketulusan, kesamaan batin, serta perasaan…

  • Berbuat dengan Ketanpa-Akuan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 13/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra diungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra — walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergolak. Demikian juga halnya dengan orang yang…