Filosofi Mukta

Diuraikan topik Mukta yang artinya bebas atau kebebasan, sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-28, dikutip sebagai berikut:

“यतेन्द्रियमनोबुद्धिर्मुनिर्मोक्षपरायणः ।
विगतेच्छाभयक्रोधो यः सदा मुक्त एव सः ॥ ५-२८॥
yatendriya-mano-buddhir munir mokṣa-parāyaṇaḥ
vigatecchā-bhaya-krodho yaḥ sadā mukta eva saḥ”

Artinya:
Menguasai pañca indria, pikiran, dan kecerdasan, seorang Muni yang berhasrat mencapai kelepasan, membuang jauh nafsu, takut, dan murka, mereka akan mencapai kelepasan yang abadi.

Adapun makna filosofi Mukta dikaji secara manajemen pendidikan sebagai berikut:

1. Menguasai Tiga Karakter SDM yang Positif:

a. Yatendriya artinya menguasai pañca indria.
SDM pendidikan hendaknya menguasai spirit pañca indriya yang positif untuk terampil dalam kinerja dan profesional dalam tugas serta fungsi tata kelola pendidikan.

b. Mano artinya pikiran.
SDM pendidikan harus menguasai pikiran yang jernih, pikiran yang tenang, dan mulia dalam menjalankan tata kelola pendidikan.

c. Buddhir artinya intelek.
SDM pendidikan perlu menguasai intelek untuk mencerdaskan anak bangsa Indonesia dalam rangka meraih kesuksesan tata kelola pendidikan yang maju dan berhasil mencapai tujuan pendidikan nasional.

2. Menjauhkan Tiga Karakter Negatif dalam Tata Kelola Pendidikan:

a. Vigatecchā yakni bebas dari keinginan buruk dan nafsu negatif, termasuk nafsu birahi.
Hindarilah nafsu buruk dalam tata kelola pendidikan.

b. Bhaya artinya rasa takut.
Maknanya, SDM pendidikan perlu menjauhkan karakter penakut. Jangan takut menegakkan kebenaran dalam tata kelola pendidikan atas dasar niat Dharma atau keberanian menegakkan kebenaran.

c. Krodhah artinya amarah atau murka.
SDM pendidikan harus menjauhkan karakter kemarahan dalam tata kelola pendidikan. Karakter kemarahan perlu diubah menjadi karakter sabar (akrodha), tampilkanlah kesabaran demi penguatan karakter pendidikan (PKP).

Intinya, makna filosofi Mukta merupakan upaya positif untuk mencapai kebebasan, keberhasilan, dan kesuksesan dalam tata kelola pendidikan yang berbasis manajemen pendidikan di era digital yang maju, menuju era Indonesia Emas tahun 2045.

Oleh I Ketut Subagiasta

Palangka Raya, 15/04/3025

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Punya

    Palangka Raya, 27.10.2025 Diuraikan topik filosofi Punya, artinya baik, mulia, suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.28 yang dikutip sebagai berikut: “सर्वभूतानि सम्मोहं सर्गे यान्ति परन्तप ॥ ७-२७॥येषां त्वन्तगतं पापं जनानां पुण्यकर्मणाम् ।yeṣāṁ tu anta-gataṁ pāpaṁ janānāṁ puṇya-karmaṇām,te dvandva-moha-nirmuktā bhajante mām dṛḍha-vratāḥ.”Artinya:Tetapi mereka yang berperilaku baik, yang tak mempunyai dosa lagi,…

  • Selalu Berpikiran Positif

    Mutiara WedaYogyakarta, 27/04/2026 Umat sedharma, tingkat getaran pikiran atau intuisi menentukan kualitas spiritual seseorang. Pikiran menjadi pemeran utama yang dapat membawa manusia ke dalam siklus kelahiran kembali (saṃsāra) maupun menuju kelepasan (mokṣa). Dalam ajaran suci dinyatakan: mana eva manuṣyāṇāṃ kāraṇaṃ bandha mokṣayoḥ (pikiran adalah penyebab keterikatan dan juga kebebasan). Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memasukkan…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara Weda08/01/2026 Umat Sedharma, dalam susastra ada tersurat bahwa manakala terlahir menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar (manusia tersesat) atau Manusia Sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki atau membenahi diri. Demikian juga,…

  • Sadar akan Rahasia Perbuatan

    Mutiara Weda07/11/2025 Umat sedharma, jika direnungkan sesungguhnya rahasia dari perbuatan sangatlah sulit untuk dimengerti. Apa itu perbuatan dan mana tindakan yang bukan tergolong perbuatan. Orang yang mampu melihat apa itu perbuatan di dalam tidak melakukan perbuatan, dan dapat melihat tidak melakukan perbuatan di dalam perbuatan, sesungguhnya orang seperti ini tergolong orang yang bijak dan mulia….

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2026 Umat Sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai Dharma Dharma Sevanam (pelayanan berdasarkan Dharma) merupakan bagian dari etos kerja atau karma baik Subha Karma (perbuatan baik) sesuai ajaran etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama Dharma Sevanam (pelayanan Dharma) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.Dari kesucian akan mendapatkan…

  • Munayaḥ (Śiva Purāṇa 17)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) I Ketut Subagiasta Munayaḥ (Śiva Purāṇa 17) Munayaḥ berarti orang-orang bijak. Dialog orang bijak mengajarkan tentang tujuan hidup yang ingin dicapai, yaitu mukti (kelepasan). Apakah sarana yang digunakan? Yaitu yajña, berupa persembahan yang nirmala (suci) sesuai dengan kemampuan. Apakah jenis-jenis yajña itu? Yaitu bhakti melalui sesajen atau persembahan, karma melalui…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *