Kitab Suci Weda: Pemersatu Umat Hindu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 25 Juli 2026

Umat Sedharma,

Dalam pustaka suci disebutkan:

Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstram tu vai smṛtiḥ
te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau

Artinya:

Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda, sedangkan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma serta menjadi pegangan hidup (agem-ageman) bagi umat Hindu sebagai pemersatu umat Hindu di Nusantara.

Ajaran Hindu yang berkembang di Nusantara memiliki berbagai karakter, kekhasan, dan tradisi yang beraneka ragam. Demikian pula dalam pelaksanaannya, ajaran tersebut dapat disesuaikan dengan Desa, Kala, dan Patra, dengan tetap menjadikan Weda Saṁhitā sebagai kitab suci dan pegangan hidup yang bersifat mutlak. Selain itu, Pañca Śraddhā sebagai dasar keyakinan serta Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yang meliputi Tattwa, Susila, dan Upakara menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan ajaran Hindu.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, di mana pun berada, jangan pernah melepaskan diri dari pegangan hidup, yaitu Pustaka Suci Weda sebagai pemersatu umat Hindu di Nusantara. Tingkatkan kualitas śraddhā melalui pemahaman yang benar terhadap pokok-pokok ajaran Hindu sebagaimana tersurat dalam Tri Kerangka Dasar Agama Hindu. Niscaya akan terwujud umat Hindu yang damai, rukun, dan harmonis.

(MDS II.10).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Tumbuhkan Rasa Damai di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa tatkala seseorang memiliki rasa benci kepada orang lain, hal itu sama nilainya dengan meminum racun. Kebencian akan membuat hidup terbebani secara terus-menerus selama belum mampu memaafkan, bahkan akan terus menempati ruang di hati secara cuma-cuma sehingga mengganggu proses berpikir, bertindak, dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengeluarkan…

  • Sentuhan Sinar Suci – Getaran Spiritual

    Mutiara Weda Yogyakarta, 29/10/2025 Umat se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk memperoleh pancaran cinta kasih dari-Nya, kasih sayang suci yang senantiasa memancar pada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kāwi diibaratkan seperti matahari yang menyinari bhūmi (bumi) dan seluruh alam…

  • Filosofi Vāyuh

    Disajikan sebuah sajian dengan topik Filosofi Vāyuh, artinya angin. Mari dimaknai dan disimak ajaran luhur tentang Vāyuh pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup…

  • Jalan Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/11/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: Svasti panthām anu careṇaṁ… dan seterusnya. Mengikuti jalan Dharma—jalan yang benar, jalan kebajikan—serta selalu mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan kewajiban setiap umat Hindu dalam melangsungkan kehidupan guna memperoleh tuntunan dan kemuliaan hidup. Orang yang memiliki keyakinan dalam menjalankan kebenaran dan…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/12/2025 Umat sedharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan, menjadi sumber pengetahuan, sekaligus berfungsi sebagai perantara tercepat dalam diri manusia. Pikiran adalah penentu baik dan buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indria dan menjadikan niat atau tekad…