Filosofi Sarvatra (BG. VII.29)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika
Tanggal 2.11.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Sarvatra artinya di mana-mana.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa ada di mana-mana. Maha Penganugerah ilmu pengetahuan, mengalirkan teknologi, menganugerahi harta milik (Somaribek), Soma Pon Sinta, prabhava Sri Sedana.

Mari dimaknai filosofi Sarvatra, Tuhan Yang Maha Esa memandang umat ciptaan-Nya atau Samadarsanah.

Rahayu. Svaha. Suksma. Ksami. Santih.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Bhūmiḥ Prakṛti

    Palangka Raya, 12.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Bhūmiḥ Prakṛti, artinya sifat alami tanah. Mari dipahami nilai luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah,…

  • Dharma Svargam (Sārasamuccaya 14)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)29 Juni 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Dharma Svargam (Sārasamuccaya 14) Dharma Svargam adalah kebenaran yang menjadi jalan menuju kebahagiaan. Tekun dan taatlah menjalankan dharma. Dengan dharma, manusia akan mencapai kemuliaan hidup. Dharma merupakan perahu yang mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebaliknya, adharma adalah jalan menuju penderitaan, kesengsaraan, siksaan, dan…

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/05/2026 Umat Sedharma, dalam susastra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Sesungguhnya kesadaran dan kemampuan digunakan untuk mengekang seluruh indria guna menghasilkan pengetahuan rohani. Membangun sifat kedewataan, yaitu sifat yang penuh dengan kebajikan, dengan menghapus niat buruk menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/11/2025 Umat Sedharma, di dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan (jñāna), dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat (kāma durbhāva). Demikian juga, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib (daiva) karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (śubha karma)…

  • Śraddhā & Bhakti, Landasan dalam Beragama

    Mutiara Weda Yogyakarta, 15/05/2026 Umat se-dharma, kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya melalui keyakinan spiritual dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu Ṛta ataupun Hukum…

  • Pentingnya Menjaga Keseimbangan dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/09/2025 Umat sedharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk mendapatkan rasa cinta kasih sayang dari-Nya yang selalu terpancar pada seluruh ciptaannya. Pancaran rasa kasih sayang dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bhumi (bumi) kepada seluruh alam semesta beserta isinya. Mereka yang…