Ketulusan Landasan dalam Mekarma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 02/11/2026

Umat se-Dharma, dalam pustaka suci Weda Samhita ada menyebutkan Sata hasta sama hara, sahasrahasta sam kira, carilah kekayaan dengan seratus tanganmu dan dermakan atau puniakan dengan ketulusan dan kemurahan hati melalui seribu tangan.

Sikap tulus ikhlas, murah hati, dan suka menolong berupa pemberian atau Punia Bhakti merupakan sikap bijak yang perlu dibangun bagi setiap umat manusia sebagai bentuk implementasi dari ajaran Dharma. Dalam ajaran agama Hindu ada tiga bentuk Punia Bhakti, yaitu:

1. Dharma Dana, memberikan pendidikan budi pekerti luhur yang merupakan realisasi dari ajaran tata susila Hindu.

2. Vidyadana, memberikan berbagai ilmu pengetahuan suci.

3. Artha Dana, memberikan materi atau kekayaan.

Dari ketiga punia tersebut, Dharma Dana menempati kedudukan yang tertinggi, kemudian Vidyadana, dan terakhir Artha Dana.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu tumbuhkan selalu sikap yang penuh kedamaian, yang meneduhkan, saling asah, asih lan asuh, sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Dharma. Niscaya dengan ketulusan dan kemurahan hati, umat se-Dharma akan memperoleh keabadian dan dirgayusa nantinya, Daksinavanto amrtam bhajante (Atharvaveda, III.24.5).

Mangku Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…

  • Amāvāsyāyam (Chāndogya Upaniṣad V.2.4)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Selasa, 12 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Amāvāsyāyam (Chāndogya Upaniṣad V.2.4) Amāvāsyāyam adalah Tilem, yaitu saat bulan gelap atau malam tanpa cahaya bulan. Sebaliknya, Pūrṇimā atau Purnama adalah saat bulan terang. Amāvāsyā dan Pūrṇimā merupakan hari yang baik untuk melaksanakan dīkṣā atau penyucian diri, melakukan melukat, mandi suci, atau snānam. Prati…

  • Bhoga-Svātantrya

    Mutiara WedaYogyakarta, 28 Mei 2026 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu disebutkan: “Ala ulah ala tinemu, ayu kinardi ayu pinanggih.” Benih padi yang ditanam akan menghasilkan padi, demikian pula benih jagung yang ditanam akan menghasilkan jagung. Demikianlah hakikat Hukum Karma Phala, bahwa setiap perbuatan akan melahirkan akibat yang sepadan dengan sebab yang ditimbulkannya. Manusia tidak memiliki…

  • Berkesadaran Perilaku Bijak

    Mutiara Weda 14/10/2025 Umat Sedharma,orang yang memiliki kualitas kerohanian samyag-jñāna dan memahami berbagai pengetahuan suci, vruh ring sarva-jñāna, tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat serta berbagai tipu muslihat dari mereka yang berhati gelap. Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia — ri hati ya tonggwanya, tan madoh ri awak (akar kejahatan…

  • Karma & Hukum Yajña

    Mutiara Weda Yogyakarta, 20/05/2026 Umat se-dharma, hakikat hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk bekerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat Hindu, sebab tak sekejap pun manusia dapat diam tanpa bekerja. Melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab sendiri (svadharma), walaupun tidak sempurna, lebih mulia daripada melaksanakan tugas orang lain. Melaksanakan tugas…

  • Bhavana (BG. II.66)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)16.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Bhavana (BG. II.66) Bhavana adalah ketenangan pikiran. Konsentrasi dan ketenangan pikiran memerlukan kecerdasan atau buddhi, memerlukan kedamaian atau śānti (santih), serta memerlukan konsentrasi atau dhyana, demi meraih sukham sakala niskala, yaitu kebahagiaan lahir dan batin. Bagikan ke: