Filosofi Grhasthastu
Oleh I Ketut Subagiasta
Disajikan sebuah sajian dengan topik Grhasthastu, artinya tahapan kepala rumah tangga menuju tahapan Wanaprastha. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci
MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-2, yang dikutip sebagai berikut:
“गृहस्थस्तु यदा पश्येद् वलीपलितम् आत्मनः
अपत्यस्यैव चापत्यं तदारण्यं समाश्रयेत्”
gṛhasthastu yadā paśyed valīpalitam ātmanaḥ
apatyasyaiva cāpatyaṁ tadāraṇyaṁ samāśrayet
Artinya:
Kalau seorang kepala rumah tangga sudah melihat kulitnya mulai keriput dan rambutnya sudah putih, dan sudah pula melihat adanya cucu (putra dari para putranya), pada waktu itulah ia boleh hidup dalam hutan.
Mengenai tahapan Grhasthastu dapat dimaknai bahwa tahapan sebagai kepala rumah tangga saatnya sudah menuju tahapan berikutnya, atau Valipatitham, bahwa diyakini adanya kondisi sebagai kepala rumah tangga yang ditandai dengan usia lanjut (Vrddha) dengan ciri-ciri:
- usia sudah semakin tua,
- fisik sudah tampak keriput,
- sudah memiliki cucu sebagai anak dari para putra-putrinya,
- kondisi rambut sudah uban atau rambut sudah memutih,
- serta semua anak sudah bisa hidup mandiri.
Pada saat itulah posisi kepala rumah tangga atau grhasthastu telah waktunya untuk menuju tahapan wanaprastha.
Masa belajar ditingkatkan dan ditekuni secara fokus untuk:
- belajar mengendalikan diri,
- belajar menahan diri,
- belajar konsentrasi diri,
- belajar melepaskan ikatan keduniawian,
- serta belajar untuk penguatan spirit diri.
Terhadap para anak dan para cucu tetap berperan sebagai penasehat, sebagai pinisepuh, belajar terkonsentrasi hanya pada tahapan wanaprastha, memposisikan diri sebagai tapasya atau pertapa:
- hidup dalam sunyi,
- dhyana menyepi,
- ulet untuk tapa atau kendali diri,
- serta penguatan diri secara rohani maupun penguatan sarira dengan basis kadhyatmikan pada tahapan wanaprastha sejati.
Intinya, bahwa tahapan grhasthastu yakni tahapan kepala rumah tangga secara tongkat estafet diserahkan kepada para putra dan putri yang sudah bisa hidup mandiri, yang sudah mapan secara material.
Kepala rumah tangga yang sudah vrddha atau bakas, ubanan, kulit keriput, telah banyak memiliki cucu, maka tahapan berikut segera dilakoni di tahapan wanaprastha sebagai tapasya, yakni:
- tekun konsentrasi diri sebagai pertapa,
- rutin untuk tapa,
- dan untuk penguatan spirit diri yang sejati,
- siap untuk menuju lepas dari ikatan keduniawian.
Semoga rahayu. Ksama ca ksami.
Palangka Raya, 14.7.2025
