Filosofi Evam Vidvàn (Prasna Upanisad. III.11)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika
Tanggal 30.10.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Evam Vidvàn artinya yang bijak. Umat Hindu bertindak dengan bijak dalam melakoni hidup dan kehidupan di jagat. Apa pun kinerja yang dilakukan diprioritaskan dengan kinerja yang bijak.

Tidak ada kesulitan, tidak ada kendala yang dihadapi bila sudah diupayakan dengan solusi yang bijak. Sarva Samasya Ya Karmani Evam Vidvàn, yakni segala masalah ulet dikerjakan dengan cara yang bijak.

Rahayu. Svaha. Svasti. Ksami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ekatvam (BG VI.31)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)18 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Ekatvam (BG VI.31) Ekatvam berarti memunggal atau menyatu. Upaya untuk mencapai keadaan ketika sang diri atau Ātman menunggal atau menyatu dengan Brahman dapat dilakukan melalui puja dan puji, bhajaty pratidinam, yaitu tekun memuja dan memuji Vidhi dengan bhakti, melalui Yajña, serta doa yang tulus dengan…

  • Sanātana Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/04/2026 Umat sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan terwujud apabila seseorang mampu mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Kesucian diri tersebut akan membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, akan terwujud kebenaran sejati, yaitu sanātana dharma (kebenaran abadi). Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu ṛta (tatanan kosmis)…

  • Membangun Kualitas Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/01/2026 Umat Sedharma, bila cinta kasih mengisi pikiran manusia, maka akan menjelma menjadi kebenaran Satya (kebenaran). Tatkala cinta kasih menyatakan dirinya dalam bentuk kegiatan, maka ia menjadi Dharma (kebajikan). Demikian pula, bila perasaan diliputi oleh cinta kasih, maka ia akan menjadi perwujudan kedamaian Santih (damai). Pada hakikatnya, melaksanakan cinta kasih itu adalah perbuatan Dharma (kebajikan), berpikir cinta kasih sesungguhnya adalah Satya (kebenaran), dan…

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 24 Agustus 2026 Umat se-Dharma, jika dipahami dengan baik, belajar agama dan ajaran kedyatmikan/spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian/spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…

  • Medharmasanti

    Mutiara Weda21/03/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengingatkan kita sebagai umat sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama.Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sifat ketulusan, kesamaan batin, serta perasaan…

  • Karma & Hukum Yajña

    Mutiara WedaYogyakarta, 7 Juni 2026 Umat se-dharma, hakikat hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk bekerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat Hindu, karena tidak sekejap pun manusia dapat diam tanpa bekerja. Melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab sendiri (svadharma), walaupun tidak sempurna, lebih mulia daripada melaksanakan tugas orang lain. Menjalankan…