Filosofi Atmani Tusyati (BG. VI.20)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika

Tgl. 24.10.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Atmani Tusyati artinya sang diri berbahagia, bersenang. Sang diri mencapai kondisi berbahagia dan bersenang didasari oleh pikiran yang tenang atau uparamate cittam. Melakoni hidup, adanya menghadapi halangan atau vighnam, berusaha ada solusi tiada halangan atau avighnam. Harapan mulia, semoga didasari pikiran tenang dan tiada halangan, dapat terwujud hidup untuk sang diri yang berbahagia dan bersenang lahir batin atau janman wahya adhyatmika. Rahayu. Dhanyavadam. Svaha. Ksama ca Ksami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Pritih (BG. I.36)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 14 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Pritih (BG. I.36) Pritih adalah kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan. Setiap perbuatan ada yang mengakibatkan kebahagiaan dan ada pula yang mengakibatkan kesengsaraan atau papam. Keduanya akan dinikmati hasilnya oleh karta atau pelaku. Kebahagiaan dan kesengsaraan (papam) selalu berdampingan sebagai buah dari perbuatan manusia. Oleh karena…

  • Kṛtakṛtya – Ātmarati

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra disebutkan bahwa untuk mencapai kehidupan yang sempurna (kṛtakṛtya) dengan limpahan kebahagiaan (ātmarati), tidak dapat dilepaskan dari penerapan nilai-nilai ajaran dharma. Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran dharma dalam diri sebagai jalan menuju Sang Maha Pencipta disebut dharma sādhana. Hal ini juga dikenal sebagai catur dharma sādhana (empat jalan pengamalan dharma)…

  • Dharma Intisari Dunia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 16/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra Hindu disebutkan: Satyān nāsti paro dharmaḥ, nānṛtaṁ pāpakaṁ param“Tidak ada Dharma yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya), dan tidak ada dosa yang lebih rendah daripada dusta.” Dimana ada Satya, di sana pasti ada Dharma. Kebenaran dan kebajikan tidak dapat dipisahkan, keduanya selalu berdampingan sebagai Satya–Dharma. Hilang dan…

  • Filosofi Satyavākyam

    Diuraikan topik Satyavākyam, artinya teguh kepada kebenaran. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.7.31 yang dikutip sebagai berikut: ईश्वर उवाच ।वत्सप्रसन्नोऽस्मि हरे यतस्त्वमीशत्वमिच्छन्नपि सत्यवाक्यम् ।ब्रूयास्ततस्ते भविता जनेषु साम्यं मया सत्कृतिरप्यलप्थाः ॥ ३१ ॥ īśvara uvācavatsaprasanno’smi hare yatastvam īśatvam icchann api satyavākyam |brūyās tataste bhavitā janeṣu sāmyam mayā satkṛtir apyalapthāḥ ॥ 31 ॥…

  • Filosofi Ambuvegàh

    Palangka Raya, 10/6/2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik Ambuvegàh yang artinya aliran air yang deras. Ajaran ekoteologi ini dikutip dari pustaka suci Bhagavad Gītā XI.28 sebagai berikut: “यथा नदीनां बहवोऽम्बुवेगाः समुद्रमेवाभिमुखा द्रवन्ति ।तथा तवामी नरलोकवीरा विशन्ति वक्त्राण्यभिविज्वलन्ति ॥ ११-२८॥”yathā nadīnāṁ bahavo ‘mbu-vegāḥ samudram evābhimukhā dravanti,tathā tavāmī nara-loka-vīrā viśanti vaktrāṇy abhivijvalanti. Artinya:Bagaikan sungai-sungai banjir,…

  • Sang Yatha Sakti Kayika Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/09/2025 Umat se-dharma, ajaran agama Hindu memiliki konsep jenjang kehidupan yang sangat jelas dan tersusun secara sistematis yang dikenal dengan nama Catur Āśrama, yaitu empat tahapan hidup yang wajib dilalui oleh setiap umat manusia (Brahmacārī, Gṛhastha, Wānaprastha, dan Bhikṣuka). Pada tahapan kedua, Gṛhastha Āśrama, merupakan tahapan sebagai ujian yang sebenarnya, di mana seseorang…