MEYADNYA: Persembahan Tulus dalam Kehidupan
Mutiara Weda
Yogyakarta, 11 September 2026
Umat se-Dharma,
dalam ajaran Hindu, Yadnya bukan sekadar upacara atau persembahan dalam bentuk materi. Inti Yadnya sebenarnya adalah ketulusan dalam mempersembahkan, melayani, serta menjalankan kewajiban sebagai wujud rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kawi.
Hakikat Meyadnya sesungguhnya mengajarkan umat Hindu agar tidak hanya berpikir tentang apa yang dapat diterima, tetapi juga menyadari apa yang dapat dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Wisesa, kepada sesama, kepada leluhur, para guru, dan alam semesta.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu selalu menjalankan kewajiban suci dengan Meyadnya sebagai suatu persembahan tanpa terikat pada hasilnya. Begitu pula dalam bekerja dan berbuat, hendaknya kita senantiasa bersemangat Yadnya yang berlandaskan ketulusan hati.
Niscaya, dengan demikian rasa ego akan dapat dikendalikan, serta semakin banyak melakukan pelayanan dan pengabdian menuju kedamaian dan keharmonisan hidup.
(BG. III.9)
Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat
GITA SANTIHNUSANTARA