Nava Susila (BG XIII.7)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
27 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Nava Susila (BG XIII.7)

Nava Susila adalah sembilan kesusilaan. Kehidupan sosial hendaknya dituntun oleh nilai sembilan perilaku susila, antara lain:

  1. Amanitvam, yakni rendah hati dan tulus.
  2. Adambhitvam, yakni jujur dan berintegritas.
  3. Ahimsa, yakni tidak menyakiti dan tidak melakukan kekerasan.
  4. Ksantir, yakni sabar dan damai.
  5. Arjavam, yakni menjunjung kebenaran.
  6. Acaryopasanam, yakni melayani serta memberikan penghormatan kepada guru.
  7. Saucam, yakni menjaga kesucian.
  8. Sthairyam, yakni teguh dalam iman.
  9. Atmavinigrahah, yakni mawas diri dan mampu mengendalikan diri.

Segala persoalan atau sarva samasya hendaknya diselesaikan dengan berlandaskan sembilan perilaku susila tersebut. Harapannya, kehidupan yang aman, nyaman, rahayu, bahalap, becik, dan tenteram bersama dapat terwujud.

Ayo, pahami dan terapkan nilai filosofi Nava Susila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hindari perilaku main hakim sendiri atau tindakan asusila.

Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kebenaran Dharma Tertinggi

    Mutiara WedaYogyakarta, 22/02/2026 Umat Sedharma, dharma merupakan kewajiban suci yang harus didengar, dipahami, dan dilaksanakan tatkala ingin mengerti akan hakikat kehidupan menjelma menjadi manusia. Dalam sebuah sesanti Hindu ada mengungkapkan: di antara sesama manusia, sang Brāhmaṇa warnalah yang tertinggi; sang wruh ring sarwa jñāna (yang mengetahui segala pengetahuan suci) yang paham akan pengetahuan suci Weda….

  • Filosofi Dharmādharmā

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan bahwa filosofi dharmādharmā berarti ajaran tentang kebenaran dan ketidakbenaran. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra I.26 berikut: “karmaṇāṃ ca vivekārthaṃ dharmādharmau vyavecayat, dvandvair ayojayac cemāḥ sukha-duḥkhādibhiḥ prajāḥ.” Terjemahan: “Lagi pula, untuk membedakan tingkah laku ciptaan-Nya, Ia membedakan tujuan antara dharma dan adharma, serta menjadikan makhluk mengalami…

  • Meyasa Kerti

    Mutiara Weda09/11/2025 Umat se-dharma, orang yang memiliki kualitas kerohanian samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci—wruh ring sarva jñāna (mengerti seluruh pengetahuan suci)—tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat. Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia—ri hati ya tonggwanya tan madoh ri awak (di…

  • Siklus Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2025 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian/kembali ke asal) sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga/kekuatan yang disebut Udana…

  • Ātmanastuti

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Memperkokoh keyakinan dalam beragama melalui Śraddhā dan Bhakti, serta selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Demikian pula, śāstra-śāstra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Kelahiran sebagai…

  • Filosofi Sarasvati

    Disajikan topik Sarasvati, yang artinya Dewi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Mari kita pahami ajaran nilai luhur yang tersurat dalam pustaka suci Siva Purana 1.12.9, yang dikutip sebagai berikut: “सरस्वती नदी पुण्या प्रोक्ता षष्टिमुखा तथा ।तत्तत्तीरे वसेत्प्राज्ञः क्रमाद्ब्रह्मपदं लभेत् ॥ ९ ॥sarasvatī nadī puṇyā proktā ṣaṣṭimukhā tathā |tattattīre vasetprājñaḥ kramādbrahmapadaṁ labhet || 9 ||” Artinya:Sungai suci…