Sevaka Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 27 Juli 2026

Umat Sedharma,

Dalam susastra tersurat bahwa manusia yang terlahir ke dunia tetapi mengingkari pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, serta dipenuhi sifat tamak, disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat.

Sesungguhnya, kesempatan menjelma menjadi manusia merupakan anugerah yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Kehidupan sebagai manusia sangatlah singkat, bagaikan kilatan cahaya yang sekejap, serta sangat sulit untuk diperoleh kembali.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menjalankan swadharmaning agama. Jangan menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk terlahir sebagai manusia di alam Samsara ini. Tegakkan ajaran Dharma melalui Sevaka Dharma serta pancarkan nilai-nilai Dharma Vahini dalam diri dan kepada sesama umat Sedharma. Niscaya, umat Hindu akan memperoleh kebahagiaan, baik di dunia sekala maupun niskala, menuju Jagadhita dan Mokṣārtham.

(SS. 8–9).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara Weda 19/01/2026 Umat se-dharma, Pañca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin akan śraddhā-nya, orang semacam ini disebut dalam golongan Nāstika atau jadma kesasar (orang yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut niṣkriya…

  • Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/04/2026 Umat sedharma, para bijak mengatakan bahwa di zaman kaliyuga ini, musuh utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri, akibat ketidakmampuan mensinergikan unsur triguṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam dalam diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani…

  • Dharma Sādhana sebagai Sesarining Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 30 Juni 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna, yaitu kṛtakṛtya (kehidupan yang telah memenuhi tujuan), dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan, yaitu ātmarati (kebahagiaan batin), tidak dapat dilepaskan dari kualitas penerapan nilai-nilai ajaran Dharma. Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma pada diri sendiri sebagai jalan menuju Sang Maha…

  • Vedavidah (BG VIII.11)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Vedavidah (BG VIII.11) Vedavidah adalah ahli Weda. Umat Hindu hendaknya menjadi Vedavidah vadanti, yaitu umat yang memahami dan mampu mengucapkan mantra-mantra suci Weda dengan baik. Minimal mampu melaksanakan Tri Sandhya, melakukan puja dan puji suci, serta berdoa sesuai dengan ajaran Weda. Sebagai umat sedharma yang…

  • Ātmanastuti

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Memperkokoh keyakinan dalam beragama melalui Śraddhā dan Bhakti, serta selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Demikian pula, śāstra-śāstra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Kelahiran sebagai…

  • Selalu Berpikiran Positif

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/06/2025 Umat se-Dharma,Tingkatan getaran pikiran (intuisi) menentukan tingkatan kualitas spiritual seseorang dan menempatkan pikiran sebagai pemeran utama yang membawanya ke alam kelahiran kembali, ke alam roda samsara, maupun dalam mencapai kamoksan atau kelepasan.“Manah eva manushyanam karanam bandha mokshayoh” — pikiran adalah penyebab keterikatan maupun pembebasan. Maka hati-hati memasukkan sesuatu ke dalam pikiran —…