Hidup dalam Rwa Bhineda
Mutiara Weda
Yogyakarta, 13 Juli 2026
Umat Se-Dharma, jika direnungkan, nasib atau takdir yang dialami oleh setiap umat manusia merupakan pengingat dan pertanda bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur segala sesuatu, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Ida Sang Hyang Parama Kawi.
Demikian pula dalam menjalani kehidupan di dunia ini, Rwa Bhineda senantiasa berlaku. Suka maupun duka akan selalu berdampingan dan menyertai perjalanan hidup manusia. Keduanya datang silih berganti sebagai bagian dari hukum kehidupan.
Kesukaan mengikuti kedukaan, dan demikian pula sebaliknya. Semua makhluk hidup mengalami perputaran siklus suka dan duka. Inilah hukum Ṛta atau kodrat alam, bahwa seberapa yang kita berikan, sedemikian pula yang akan kita terima. Apa yang dipinjam, itulah yang harus dikembalikan. Tatkala kita menyakiti orang lain, pada saatnya kita pun akan menerima akibat dari perbuatan tersebut.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu senantiasa menempatkan nilai-nilai kebajikan sebagai benteng dalam diri. Dengan demikian, karma yang dilakukan akan menjadi Karma Suci, yang mengantarkan kita untuk selalu berada di jalan kebajikan. Niscaya, tujuan hidup akan semakin dekat melalui perbuatan yang baik, yaitu menjalankan Karma Suci.
(Slokantara 84, hlm. 297–299)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
