Kanyācora (Slokantara 75)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI
(MUTIARA KATA DHARMA)

12 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Kanyācora (Slokantara 75)

Kanyācora adalah orang yang mencuri atau melarikan secara paksa seorang gadis perawan. Perlu diingat, apabila seseorang melarikan seorang gadis, kemudian gadis tersebut garbhata atau hamil, lalu pelakunya lari dari tanggung jawab, perbuatan itu tergolong paradara. Jika setelah gadis itu hamil kemudian bayi yang berada dalam kandungan diaborsi, perbuatan itu disebut brūṇahā. Memaksa istri orang lain disebut strīcora.

Semua perbuatan tersebut memperoleh dosa yang sangat berat, dengan pahala buruk yang dinikmati di dasar Naraka Niraya. Demikianlah ajaran sastra suci Hindu.

Karena itu, na kanyācora atau jangan memaksa gadis. Lebih baik melaksanakan gandharwa vivāha, yaitu perkawinan yang didasarkan atas cinta sama cinta.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Suśīla (Sārasamuccaya 159)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)7 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Suśīla (Sārasamuccaya 159) Suśīla adalah perilaku yang baik. Suśīlawan yaitu orang yang unggul dalam berperilaku baik di tiga dunia atau triloka. Suśīlawan dan Suśīlawati mengutamakan suśīla untuk menundukkan triloka. Bangga dan bahagia menjadi Suśīlawan dan Suśīlawati, karena menjadi manusia teladan di jagat raya. Bagikan…

  • Panca Vidha dalam Agama Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/07/2026 Umat Se-Dharma, dalam ajaran agama Hindu, taat dan patuh kepada orang tua atau Guru Rupaka, serta berbhakti kepada para leluhur merupakan kewajiban bagi sang anak dalam membangun keluarga Hindu yang bahagia, Sukino Bhawantu, nantinya. Ada lima hal yang menyebabkan sang anak wajib berbhakti kepada orang tua (Guru Rupaka) dan para leluhur, yang…

  • Viśuddha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 22/04/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda disebutkan bahwa sesungguhnya setiap manusia memiliki kebebasan untuk menentukan kehendaknya, sekaligus bertanggung jawab penuh atas setiap perbuatannya sendiri (svatantra kartā). Demikian pula, tidak ada satu pun manusia yang dapat luput dari kerja walau hanya sesaat; oleh hukum alam, manusia senantiasa terdorong untuk bekerja. Kualitas perbuatan menentukan…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara Weda 19/01/2026 Umat se-dharma, Pañca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin akan śraddhā-nya, orang semacam ini disebut dalam golongan Nāstika atau jadma kesasar (orang yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut niṣkriya…

  • Manfaat Ajaran Agama Hindu

    Palangka Raya, 18.11.2024Oleh I Ketut Subagiasta Angayubhabhagya dan puja-puji ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, bahwa sebagai umat Hindu kita merasakan aneka manfaat ajaran Agama Hindu. Adapun manfaat ajaran Agama Hindu pada era aneka sisi, adalah sebagai berikut: Demikian sajian tentang manfaat ajaran Agama Hindu yang merupakan spirit kemanusiaan secara…

  • Himsa Karma yang Diperbolehkan

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/12/2025 Umat sedharma, dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa ahiṁsā berarti tidak menyakiti dan tidak membunuh makhluk hidup secara sewenang-wenang. Tindakan menyakiti atau membunuh tanpa alasan yang benar tidak dibenarkan dalam ajaran Hindu. Namun demikian, melakukan hiṁsā karma—perbuatan membunuh dengan tujuan tertentu—diperbolehkan sebagai kewajiban suci apabila dilandasi niat kesucian dan dilaksanakan sesuai…