Filosofi Grhastha
Oleh I Ketut Subagiasta
Disajikan sebuah uraian dengan topik Grhastha, artinya kepala rumah tangga. Mari dipahami dengan bijaksana ajaran luhur pada pustaka suci
MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-89, yang dikutip sebagai berikut:
“सर्वेषाम् अपि चैतेषाम् वेद स्मृति विधानतः
गृहस्थ उच्यते श्रेष्ठः स त्रीनेतान् बिभर्ति हि”
sarveṣām api caiteṣām veda smṛti vidhānataḥ
gṛhastha ucyate śreṣṭhaḥ sa trīnetān bibharti hi
Artinya:
Dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Veda dan Smṛti, kepala rumah tangga dinyatakan sebagai paling utama dari semua tahapan lainnya, karena tahap itu menunjang ketiga tahapan lainnya.
Adapun makna luhur filosofi Grhastha adalah ajaran suci Veda dan Smṛti bahwa Grhastha sebagai tahapan hidup yang paling utama, karena kepala rumah tangga menunjang dan menopang ketiga tahapan hidup yang lain, seperti:
a) Masa Brahmacari, merupakan tahap yang diawali di rumah tangga. Orang tua sebagai guru utama dan pertama, biaya studi menjadi tanggung jawab kepala rumah tangga, biaya hidup anak dan segenap anggota rumah tangga ditopang oleh kepala rumah tangga. Sukses anak dalam belajar dibimbing oleh guru rupaka serta segenap warga keluarga — merupakan kepemimpinan dari masa berumah tangga.
b) Masa Wanaprastha, atau masa pertapa sebagai upaya kendali diri juga didasari oleh peran kepala rumah tangga. Ketika anak sudah sukses studi dan bekerja, maka kepala rumah tangga menjalani masa purna bhakti. Dedikasi orang tua terhadap anak sudah purna. Anak sudah bisa mandiri, memiliki rezeki, dan siap berdikari. Orang tua pun beralih tahapan menjadi tapasya: menahan diri, fokus diri, memasuki usia lanjut, menjadi pinisepuh, dan menjadi penasehat keluarga.
c) Bhiksuka, merupakan tahapan yang ada pada rumah tangga juga. Masa bhiksu siap menjadi wiku, siap menjadi pandita, siap menjadi dvija, siap menjadi resi, dan melepaskan hidup keduniawian. Bhiksuka hidup menekuni spiritualitas, jerihanian, belajar dengan guru nabe, belajar dengan guru waktra, belajar dharma melalui media yatra. Wiku sebagai orang suci, membina umat, menuntun rakyat, mencerahkan rohani krama secara tulus nirmala, penuh bhakti dan dedikasi kepada publik.
Intinya, bahwa Grhastha adalah penopang tiga tahapan hidup: mulai dari pelajar atau brahmacāri, masa melepaskan ikatan dunia atau purna bhakti (atau wanaprastha) — lebih banyak fokus menjaga kesehatan diri. Ikhlas melakoni menuju bhiksu, menjadi wiku, menjadi pandita, dan terus belajar tanpa henti. Sepanjang hayat dikandung badan, tetap belajar. Maknai hakikat belajar sesuai Veda dan śāsana janman.
Semoga rahayu. Ksama ca Ksami.
Palangka Raya, 12.7.2025
