Subhakarma (SS. 21)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
9 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Subhakarma (SS. 21)

Subhakarma adalah perbuatan baik. Berbuat baik akan menghasilkan pahala yang baik. Kelak, apabila meninggal dunia, seseorang akan memperoleh svarga. Apabila menjelma kembali, disebut Svargacyuta. Ciri-ciri orang yang terlahir dari svarga, antara lain:

a) Rupawan, yakni orang yang berwajah cantik atau tampan.
b) Gunawan, yakni orang yang bijaksana.
c) Muliawan, yakni orang yang berbudi pekerti luhur atau mulia.
d) Hartawan, yakni orang yang memiliki kekayaan.
e) Saktiwan, yakni orang yang memiliki kekuasaan.

Mari memperbanyak subhakarma melalui Sañcita Karma, Prārabdha Karma, dan Kriyamāṇa Karma selama masih hidup, sejak masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang (atīta, vartamāna, dan anāgata).

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sistācāraḥ (Sarasamuccaya 40)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) Sistācāraḥ adalah orang yang mengajarkan Dharma, mengajarkan Śruti dan Smṛti, serta berperilaku jujur, setia, dan mulia. Jadilah seorang Sistācāraḥ di jagat raya, yaitu pribadi yang senantiasa menebarkan kebenaran, kebajikan, dan kemuliaan hidup secara bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh I Ketut Subagiasta Bagikan ke:

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…

  • Sadhunam (BG IV.8)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)5 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Sadhunam (BG IV.8) Sadhunam adalah orang-orang yang baik. Tuhan Yang Maha Esa dipercaya senantiasa melindungi (paritrāṇāya) orang-orang yang baik atau sadhunam. Sebaliknya, keadilan Tuhan Yang Maha Esa juga dipercaya membinasakan (vināśāya) orang-orang yang jahat (duṣkṛtām). Umat sedharma, marilah menjadi sadhunam, jangan menjadi duṣkṛtām. Ṛta Prakṛti,…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 8 Juni 2026 Umat se-dharma, Panca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut Nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut Niṣkriya. Oleh karena itu,…

  • Indrya Mata: Mata Nafsu

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/11/2024 Umat Sedharma,Menjelma menjadi manusia di alam maya pada ini penuh dengan permasalahan, cobaan, dan godaan yang disebabkan oleh kegelapan pikiran Bhaksa Bhuana akibat ketidakmampuan menjaga dan mengolahnya. Kegelapan pikiran itulah yang mempunyai indrya mata, yang disebut mata nafsu. Pikiran yang bermata-nafsu tidak mampu melihat kenyataan hidup yang sebenarnya sehingga cenderung menggunakan keakuan…

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…