Yajña: Wujud Rasa Bhakti

Mutiara Weda

Yogyakarta, 28 Juni 2026

Umat Sedharma, dalam susastra tersurat:

Yasyāṁ sadoha vīrdhane yūpo yasyāṁ nimīyate… dst.

Artinya, di tempat suci atau pura tempat dipancangkannya yūpa (tiang suci upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir untuk menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin.

Melaksanakan yajña suci, yaitu Pañca Mahā Yajña, merupakan sarana bagi umat Hindu untuk menumbuhkan jiwa yang selaras dengan nilai-nilai ajaran agama. Selain itu, yajña merupakan wujud rasa bhakti serta ungkapan syukur (angayubagya) atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk menyelenggarakan upacara yajña, sehingga terbangun kesucian jiwa dan Tuhan bersthana dalam diri, sebagaimana dinyatakan dalam mantra:

Soma rarandhi no hṛdhi gāvo na… dst.

Dengan demikian, umat Sedharma senantiasa eling (ingat/sadar) akan jati dirinya, sehingga memperoleh kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Pada akhirnya, kualitas rohani akan terus meningkat menuju kedamaian hati.

(Atharva Veda XII.1.38, hlm. 244).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

    Mutiara Weda16/03/2025 Umat Sedharma, jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam melakukan perbuatan, maka dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpanya sehingga tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Akan tetapi, manakala ketulusan hati (Arjawa) menjadi dasar dalam berpikir, bertutur kata, dan berperbuatan, dapat dipastikan akan mendapatkan kekuatan pikiran. Sesungguhnya, tidak mementingkan diri…

  • Menjaga Kesucian Buddhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/06/2026 Umat sedharma, dalam susastra Hindu disebutkan: tṛṣṇā hi sarvapāpiṣṭhā nityodvegakārī matā; sifat rakus, loba, serakah, dan sejenisnya merupakan sumber berbagai bencana. Segala bentuk bencana atau kejahatan yang ditimbulkan oleh sifat rakus dan serakah yang menyebabkan kebencian serta ketakutan pada orang lain disebut tṛṣṇā (keinginan yang tidak terkendali). Tidak ada sesuatu pun di…

  • Ketulusan dalam Bhakti

    Mutiara WedaYogyakarta, 28/06/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda Samhita disebutkan:“Sata hasta sama hara, sahasrahasta sam kira”,yang mengajarkan umat Hindu untuk menjalankan Punia Bhakti dengan ketulusan hati melalui seribu tangan. Sikap tulus ikhlas, murah hati, dan suka menolong berupa pemberian atau Punia Bhakti merupakan sikap bijak yang perlu dibangun oleh setiap umat manusia sebagai bentuk implementasi…

  • Filosofi Satyavākyam

    Diuraikan topik Satyavākyam, artinya teguh kepada kebenaran. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.7.31 yang dikutip sebagai berikut: ईश्वर उवाच ।वत्सप्रसन्नोऽस्मि हरे यतस्त्वमीशत्वमिच्छन्नपि सत्यवाक्यम् ।ब्रूयास्ततस्ते भविता जनेषु साम्यं मया सत्कृतिरप्यलप्थाः ॥ ३१ ॥ īśvara uvācavatsaprasanno’smi hare yatastvam īśatvam icchann api satyavākyam |brūyās tataste bhavitā janeṣu sāmyam mayā satkṛtir apyalapthāḥ ॥ 31 ॥…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara WedaYogyakarta, 26 Mei 2026 Umat se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem-ageman dalam bentuk śraddhā. Manakala seseorang kurang memiliki keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan pondasi keberagamaannya akan menjadi rapuh. Hal tersebut akan berdampak pula pada lemahnya pemahaman…