Sāttvika Yajña
Mutiara Weda
Yogyakarta, 23 Juni 2026
Umat sedharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña merupakan kewajiban suci sebagaimana petunjuk dalam pustaka suci Weda Saṁhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Sebab, alam semesta dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Yajña.
Ada lima unsur penting dalam meyajña (pelaksanaan yajña), yaitu:
- Mantra: doa-doa suci yang diucapkan oleh umat maupun pinandita sesuai dengan tingkat kewenangannya.
- Yantra: simbol-simbol keagamaan yang diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk meningkatkan kesucian.
- Tantra: tata cara membangkitkan kekuatan suci yang ada dalam diri sesuai dengan ketentuan yang diajarkan dalam kitab suci Weda.
- Yajña: pengorbanan dan pengabdian yang tulus berdasarkan kesadaran dalam mempersembahkan sesuatu sesuai dengan kemampuan.
- Yoga: pengendalian gelombang pikiran sehingga tercapai hubungan spiritual dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah memantapkan śraddhā dan bhakti dengan keyakinan bahwa demi kehidupan, kesempurnaan, dan kebahagiaan, umat Hindu hendaknya melaksanakan Pañca Mahā Yajña yang sāttvika, berlandaskan Tri Pramāṇa, yaitu Śāstrataḥ, Gurutaḥ, dan Svataḥ, dengan tetap memperhatikan Catur Dṛṣṭa, yaitu Kuna Dṛṣṭa, Śāstra Dṛṣṭa, Loka Dṛṣṭa, dan Deśa Dṛṣṭa.
Niscaya akan terwujud tujuan hidup umat manusia, yaitu kebahagiaan sekala (alam nyata) dan niskala (alam rohani), serta tercapainya Jagadhita dan mokṣa.
(Agastya Parwa; Bhagavadgītā III.10)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
