Munayaḥ (Śiva Purāṇa 17)

DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)

I Ketut Subagiasta

Munayaḥ (Śiva Purāṇa 17)

Munayaḥ berarti orang-orang bijak. Dialog orang bijak mengajarkan tentang tujuan hidup yang ingin dicapai, yaitu mukti (kelepasan). Apakah sarana yang digunakan? Yaitu yajña, berupa persembahan yang nirmala (suci) sesuai dengan kemampuan. Apakah jenis-jenis yajña itu? Yaitu bhakti melalui sesajen atau persembahan, karma melalui kerja, jñāna melalui pengetahuan, serta yoga melalui samādhi, yakni penyatuan diri dengan Sang Hyang Niskala.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Āpah Prakṛti

    Palangka Raya, 13.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Āpah Prakṛti, artinya sifat alami air, ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api,…

  • Bhakti: Landasan Dalam Mekarma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/06/2025 Umat Sedharma,Jika direnungkan, dalam sastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi, perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasilnya atau pahalanya. Memang terasa sulit didapat di zaman ini, melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan atau harapan akan pahala. Demikian juga halnya dengan ajaran-ajaran Weda yang dipelajari untuk disadari, seringkali karena adanya…

  • Filosofi Dvijottama

    Disajikan sebuah topik tentang Dvijottama yang berarti pendeta utama, pendeta terkemuka. Mari kita pahami ajaran luhur tentang kepanditaan melalui pustaka suci Bhagavad Gītā I.7 yang dikutip sebagai berikut: “अस्माकं तु विशिष्टा ये तान्निबोध द्विजोत्तम ।नायका मम सैन्यस्य संज्ञार्थं तान्ब्रवीमि ते ॥ १-७॥asmākaṁ tu viśiṣṭā ye tān nibodha dvijottama,nāyakā mama sainyasya saṁjñārthaṁ tān bravīmi te Artinya:“Ketahuilah,…

  • Meyasa Kerti

    Mutiara Weda09/11/2025 Umat se-dharma, orang yang memiliki kualitas kerohanian samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci—wruh ring sarva jñāna (mengerti seluruh pengetahuan suci)—tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat. Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia—ri hati ya tonggwanya tan madoh ri awak (di…

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara Weda 13/05/2025 Umat Sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan rasa iri hati (Matsarya) adalah kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang Satyam, Sivam, dan Sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan hati, dan cinta kasih kepada sesama (Prema Vahini). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki terlalu lama bercokol dalam diri. Manakala batin selalu…

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…