Tumbuhkan Rasa Damai di dalam Diri
Mutiara Weda
Yogyakarta, 03/05/2026
Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa tatkala seseorang memiliki rasa benci kepada orang lain, hal itu sama nilainya dengan meminum racun. Kebencian akan membuat hidup terbebani secara terus-menerus selama belum mampu memaafkan, bahkan akan terus menempati ruang di hati secara cuma-cuma sehingga mengganggu proses berpikir, bertindak, dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengeluarkan tutur kata yang santun, yaitu priyavacana.
Sulit rasanya seseorang dapat memaafkan orang lain secara sempurna manakala ia belum mampu memaafkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tumbuhkanlah sikap saling mengampuni, bangun rasa cinta kasih prema, dan tanamkan kedamaian di dalam hati, yaitu manah śānti.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah kita membangkitkan kesadaran dan jati diri melalui belajar saling memaafkan (kṣamā), serta terus belajar melatih kesabaran. Niscaya, akan dapat terbangun manah śānti sehingga terwujud cara berpikir, bertindak, dan bertutur kata yang santun, yaitu priyavacana.
(Wrhaspati Tattwa & S.S. 92–95)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat
