Sucikan Pikiran
Mutiara Weda
Yogyakarta, 05/05/2026
Umat Sedharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berpikiran untuk melakukan perbuatan jahat serta tercela.
Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya dengan membidik dan melepaskan anak panah. Setiap orang yang terkena pasti akan merasakan sakit yang teramat dalam. Sebaliknya, perkataan yang disampaikan dengan maksud baik dan diucapkan secara baik-baik hanya akan menimbulkan kesenangan. Namun, apabila maksudnya baik tetapi tidak diucapkan dengan cara yang baik, maka hal itu dapat menimbulkan rasa duka.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu hendaknya selalu berhati-hati dalam berbuat maupun dalam mengeluarkan perkataan, sehingga senantiasa menampakkan nilai kebajikan, kedamaian, serta jiwa yang meneduhkan. Jagalah kesucian pikiran, ahning maneb manah nira, dan berjanjilah pada diri sendiri untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran. Niscaya, akan dapat terbangun umat Hindu yang damai dan bahagia serta memperoleh amṛta dalam kehidupannya. (S.S. 117–124)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat
