Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 20/04/2026

Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu (citta vṛtti nirodhaḥ) merupakan faktor penting dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, yakni di alam saṃsāra.

Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh indria dan hawa nafsu diibaratkan seperti kura-kura yang menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam cangkangnya. Orang yang berperilaku demikian sesungguhnya adalah pribadi yang stabil dan seimbang dalam dirinya. Ia memiliki keteguhan dan kekuatan hati, serta rasa syukur dan aṅgayubhāgya (rasa bahagia penuh berkah). Ia tidak mudah larut dalam kesedihan saat menghadapi cobaan hidup, dan tidak pula berlebihan dalam kegembiraan saat memperoleh keberuntungan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah membangun keseimbangan dalam diri, baik lahir maupun batin, dengan memusatkan dan mengendalikan pikiran dari pengaruh indria. Dengan demikian, pikiran menjadi terpusat (citta vṛtti nirodhaḥ), serta terhindar dari cengkeraman ṣaḍ ripu (enam musuh dalam diri) dan sapta timira (tujuh kegelapan batin), sehingga mampu bersikap netral terhadap setiap pengalaman hidup.

Niscaya, akan terbangun kualitas mental rohani yang stabil dan kuat, serta ketahanan mental yang prima dalam diri.
(Śāstra Sāra II.51–56)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 01/11/2025 Umat se-dharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja (karma). Dari pengabdian itulah akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi pondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (śauca) akan lahir kemuliaan; dari kemuliaan akan muncul kehormatan; dan dari kehormatan itulah diperoleh kebenaran (satya). Oleh karena itu, sebagai umat Hindu bangunlah…

  • Patra (SS. 271)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Jumat, 14 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Patra (SS. 271) Patra adalah orang yang layak diberikan sedekah. Dana merupakan pemberian berupa benda, uang, makanan, pakaian, dan sejenisnya sebagai bentuk kepedulian serta berbagi kepemilikan. Dana diberikan untuk dinikmati dan didayagunakan bagi kehidupan yang lebih baik. Dānakena atau dānapuṇya dapat diberikan kepada orang…

  • Filosofi Candramasi

    Disajikan uraian dengan topik Filosofi Candramasi, artinya yang ada dalam bulan. Mari dipahami dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XV-12 yang dikutip sebagai berikut: “यदादित्यगतं तेजो जगद्भासयतेऽखिलम् । यच्चन्द्रमसि यच्चाग्नौ तत्तेजो विद्धि मामकम् ॥ १५-१२॥ yad āditya-gataṁ tejo jagad bhāsayate ‘khilam, yac candramasi yac cāgnau tat tejo viddhi māmakam. Artinya: Cahaya,…

  • Dama – Danta

    Mutiara Weda23/05/2025 Umat Sedharma, orang bijak pernah mengatakan sesungguhnya orang yang namanya mandi itu bukan hanya tubuhnya yang dibasahi atau dibasuh, melainkan orang yang memiliki kesadaran akan dirinya Dama serta kesucian lahir-bathin, jasmani-rohani, sekala maupun niskala Danta. Orang yang suci secara lahir maupun bathin Danta tidak akan pernah memiliki sifat-sifat bohong, angkuh, iri hati, dan…

  • Arjavam (BG XVI.1)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)31 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Arjavam (BG XVI.1) Arjavam berarti jujur, kejujuran, dan integritas. Setiap perbuatan manusia hendaknya dilandasi kejujuran. Kejujuran dalam berpikir, kejujuran dalam berkata, dan kejujuran dalam bertindak merupakan fondasi kehidupan yang harmonis. Harmoni kehidupan dibangun di atas kejujuran untuk mewujudkan kehidupan yang subur, makmur, dan sejahtera….

  • Pentingnya Mengatur Sentuhan Indria

    Mutiara Weda Yogyakarta, 6 Juli 2026 Umat Se-dharma, sifat keterikatan dan kebencian yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria dengan objek indria. Dengan tidak dikendalikan oleh kedua sifat tersebut, akan lebih mudah terwujud kesadaran diri. Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sifat-sifat sejenisnya, sesungguhnya…