Tiga Siklus Hidup Manusia

Mutiara Weda
Yogyakarta, 29/12/2025

Umat se-dharma,
bila disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti (kelahiran), sthiti (kehidupan), dan pralīna (peleburan/kembali ke asal)—sebagai tiga kemahakuasaan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa yang dikenal sebagai Tri Koṇa (tiga proses kosmis).

Setiap manusia yang hidup di dunia ini memiliki tenaga atau kekuatan yang disebut udāna vāyu (energi kehidupan yang bergerak ke atas) atau prāṇa halus (daya hidup subtil). Udāna vāyu inilah yang menyebabkan manusia dapat melihat, merasakan, berpikir, berbuat, serta bernapas dalam menjalankan Tri Kāya Pariśuddha (tiga penyucian perilaku), yaitu kāyika (perbuatan jasmani), vācika (ucapan), dan mānasika (pikiran).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu hendaknya membersihkan dan menyucikan udāna vāyu dengan jalan senantiasa meningkatkan kualitas rohani, menjaga kesucian diri—baik lahir maupun batin—melalui pengamalan Yama (pengendalian diri) dan Niyama (disiplin rohani). Perlu disadari bahwa seluruh udāna vāyu merupakan Hiraṇyagarbha (benih kosmis/Brahman di dalam diri).

Demikian pula pada saat kembali ke asal—meninggal atau pralīna (peleburan)—membisikan nama-nama Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa atau nāma smaraṇam (mengingat nama suci Tuhan), serta aksara-aksara suci ke telinga orang yang meninggal, sangat menentukan kehidupan yang akan datang dalam proses kelahiran kembali, reinkarnasi atau punarbhawa (kelahiran kembali), sebagai sifat-sifat dasar yang paling kuat.

Niscaya, mokṣa (kebebasan rohani tertinggi) dan jīvan mukti (bebas semasa hidup) akan dapat dicapai.
(Sanātana Hindu Dharma, hlm. 37–41)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Pritih (BG. I.36)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 14 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Pritih (BG. I.36) Pritih adalah kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan. Setiap perbuatan ada yang mengakibatkan kebahagiaan dan ada pula yang mengakibatkan kesengsaraan atau papam. Keduanya akan dinikmati hasilnya oleh karta atau pelaku. Kebahagiaan dan kesengsaraan (papam) selalu berdampingan sebagai buah dari perbuatan manusia. Oleh karena…

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…

  • Merawat Anugerah

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/02/2026 Umat se-dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama śraddhā dan bhakti dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga dengan perilaku yang baik. Begitu pula sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Demikian juga halnya dalam kelahiran…

  • Sat Asat (BG XIII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)24 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Sat Asat (BG XIII.21) Sat Asat adalah ada dan tiada, baik dan buruk. Manusia memiliki sifat (guṇa) sat asat, yaitu karakter baik dan buruk. Kedua sifat tersebut telah ada sejak dalam kandungan (yoni). Setelah lahir (janmansu), karakter baik dan buruk itu dipengaruhi (kāraṇam) oleh…

  • Panca Pramana & Panca Dharma Sandhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/08/2026 Umat Sedharma, Panca Pramana merupakan lima sumber Dharma yang wajib dijalankan dan menjadi pijakan utama bagi umat Hindu serta bersifat mutlak, yaitu: Kelima bagian dari Panca Pramana ini merupakan sumber-sumber Dharma yang wajib dipahami dan dijalankan oleh umat Hindu secara sinergis dan terintegrasi. Kesatuan kelima sumber Dharma tersebut sering disebut sebagai Panca…

  • Filosofi Vāyuh

    Disajikan sebuah sajian dengan topik Filosofi Vāyuh, artinya angin. Mari dimaknai dan disimak ajaran luhur tentang Vāyuh pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup…