Jalankan Svadharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 23/09/2025

Umat Se-dharma,

Dalam śāstra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia lalu ingkar terhadap pelaksanaan dharma, bahkan bingung dengan agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak — orang semacam ini disebut jātma kesasar atau manusia sesat.

Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki dan membenahi diri. Terlahir menjadi manusia amatlah singkat, tak ubahnya kilatan cahaya petir, dan sangat sukar untuk didapat.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jalankan svadharmaning agama. Jangan sia-siakan kesempatan terlahir menjelma menjadi manusia di alam saṁsāra ini dengan menegakkan ajaran Dharma-sevaka dharma serta memancarkan dalam diri maupun kepada umat Se-dharma sebagai Dharma-vāhinī. Niscaya umat Hindu akan mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan, baik di dunia sekala maupun niṣkala, jagad-hita lan kāmokṣan.

Dengan memegang filosofi dharma bahwa:

  • Di mana ada keyakinan, di situ ada cinta kasih.
  • Di mana ada cinta kasih, di situ ada kedamaian.
  • Di mana ada kedamaian, di situ ada Tuhan.
  • Di mana ada Tuhan, di situ pasti ada kebahagiaan.

(S.S. 8–9 & Bhagavad Gītā XVIII.78)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara Weda26/09/2025 Umat sedharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan (spiritual) bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi (kecerdasan spiritual). Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…

  • Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 29 Mei 2026 Umat se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kali Yuga ini, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat ketidakmampuan dalam menyinergikan unsur Tri Guṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga…

  • Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Jñānatapasaḥ (BG IV.10) Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia. Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara,…

  • Jangan Biarkan Racun Bersemayam dalam Diri

    Mutiara Weda29/05/2025 Umat Se-dharma, dalam sesanti ada menyebutkan: binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya, demikian pula binatang ular memiliki racun yang sangat berbisa di taringnya. Namun berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat—seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat dipastikan akan…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/07/2025 Umat Sedharma, dalam sastra ada tersurat bahwa dilahirkan hidup menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan, kepuasan duniawi, serta berhati tamak — orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki / membenahi…

  • Filosofi Yajñe Vadha

    Palangka Raya, 23.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian filosofi Yajñe Vadha, artinya penyembelihan hewan untuk upacara agama. Mari dimaknai nilai luhur Yajñe Vadha dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra V.39 yang dikutip sebagai berikut: यज्ञार्थम् पशवः सृष्टाः स्वम् एव स्वयंभुवा ।यज्ञोऽस्य भूत्यै सर्वस्य तस्माद् यज्ञे वधोऽवधः ॥yajñārtham paśavaḥ sṛṣṭāḥ svam eva svayaṁbhuvā,yajño ’sya bhūtyai…