Lepaskan Diri dari Balutan Nafsu

Mutiara Weda

Yogyakarta, 18/05/2025

Umat Se-dharma,
Dalam pustaka suci ada mengungkapkan: tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan, begitu juga tidak ada musuh sejahat kemarahan (krodha), pun tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan. Demikian pula halnya, tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (tyāga).

Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan di zaman ini—baik dalam bekerja, bergerak, maupun dalam mencari kebutuhan hidup sebagaimana orang-orang lain lakukan—namun dalam hati tidak ada rasa kegelisahan oleh nafsu tersebut.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, sikapi proses kehidupan duniawi ini dengan jalan merasakan kesepian di tempat yang ramai dan merasakan ramai dalam kesepian di sekeliling.
Niscaya, kebahagiaan hidup akan dapat dirasakan.
(Kitab Slokantara 39.54)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sāttvika Yajña

    Mutiara WedaYogyakarta, 23 Juni 2026 Umat sedharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña merupakan kewajiban suci sebagaimana petunjuk dalam pustaka suci Weda Saṁhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Sebab, alam semesta dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Yajña. Ada lima unsur penting dalam meyajña (pelaksanaan yajña), yaitu: Oleh karena itu, sebagai…

  • Filosofi Yajñe Vadha

    Palangka Raya, 23.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian filosofi Yajñe Vadha, artinya penyembelihan hewan untuk upacara agama. Mari dimaknai nilai luhur Yajñe Vadha dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra V.39 yang dikutip sebagai berikut: यज्ञार्थम् पशवः सृष्टाः स्वम् एव स्वयंभुवा ।यज्ञोऽस्य भूत्यै सर्वस्य तस्माद् यज्ञे वधोऽवधः ॥yajñārtham paśavaḥ sṛṣṭāḥ svam eva svayaṁbhuvā,yajño ’sya bhūtyai…

  • Rahasyajñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/06/2026 Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai Kitab Rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan memahami isi kandungan pustaka suci Weda, Mahaṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa dan Mahaṛṣi Vyāsa melalui epos besar Mahābhārata menyampaikan…

  • Sentuhan Sinar Suci – Getaran Spiritual

    Mutiara Weda Yogyakarta, 29/10/2025 Umat se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk memperoleh pancaran cinta kasih dari-Nya, kasih sayang suci yang senantiasa memancar pada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kāwi diibaratkan seperti matahari yang menyinari bhūmi (bumi) dan seluruh alam…

  • Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana (Slokantara, 73)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)22 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana artinya perbuatan jahat atau penjahat. Dalam kehidupan terdapat dualisme perbuatan, yaitu perbuatan baik (sukerta, subhakarma) dan perbuatan tidak baik (duskerta, asubhakarma). Perbuatan jahat atau perilaku penjahat memiliki berbagai bentuk, antara lain: Tanda-tanda penjahat secara umum, antara lain bermuka manis, berbicara simpatik, penjilat, suka memfitnah,…