Tri Mala Pakṣa

Mutiara Weda
Yogyakarta, 14/04/2026

Umat sedharma, jika dicermati dari ajaran etika Hindu, terdapat tiga sifat buruk atau kotor yang kerap melekat dalam diri manusia sebagai akibat dari pengaruh indriya (nafsu) yang tidak terkendali. Sifat-sifat ini dapat mengganggu soliditas, kenyamanan, kerukunan, dan kedamaian. Oleh karena itu, pengendalian gerak pikiran menjadi faktor penting dalam kehidupan, yang dikenal sebagai citta vṛtti nirodhaḥ.

Adapun tiga sifat buruk tersebut adalah:

Mithyā hṛdaya: sikap berprasangka buruk terhadap orang lain.

Mithyā vācana: sikap sombong dan angkuh dalam ucapan.

Mithyā lakṣaṇa: perilaku kasar dan tidak sopan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah senantiasa mengendalikan laju pikiran melalui citta vṛtti nirodhaḥ, serta menempatkan dan memancarkan Gāyatrī mantra sebagai ibu dari Weda (gāyatrī chandasām mātā). Gunakan etika agama dalam setiap tindakan agar terhindar dari pengaruh tri mala pakṣa.

Niscaya, dengan demikian, seseorang tidak akan mengalami hambatan dalam menjalankan tri kāya sandhi, sehingga terwujud kehidupan umat yang rukun, damai, dan harmonis, serta berputarnya cakra dharma secara selaras dalam nilai-nilai satyam, śivam, dan sundaram.
(Widhi Śāstra & Manusmṛti IV.256)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sat, Cit, Ananda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/08/2026 Umat Sedharma, Pustaka Suci Weda mengajarkan agar kita senantiasa setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menapaki jalan menuju ketenangan serta kedamaian batin (Parama Śānti). Satyam eva jayate nānṛtam.Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat serta hakikat Ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ananda Brahman, yang menjadi bagian dari dasar…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara Weda05/01/2026 Umat se-dharma,faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem-ageman (pegangan/keyakinan) dalam bentuk śraddhā (iman/keyakinan). Apabila keyakinan melemah—muncul kebingungan bahkan keraguan terhadap agama—dapat dipastikan rapuhnya pondasi beragama yang berdampak pula pada lemahnya pemahaman inti sari ajaran agama. Pemahaman ajaran agama secara benar…

  • Filosofi Panditam Buddhah

    Disajikan topik filosofi Panditam Buddhah, yang berarti “pendeta bijaksana.” Mari dimaknai ajaran bhiksuka atau masa belajar pada tahapan bhiksuka, atau ajaran sannyasin, sebagaimana termuat dalam pustaka Bhagavad Gītā IV.19 yang dikutip sebagai berikut: “यस्य सर्वे समारम्भाः कामसङ्कल्पवर्जिताः ।ज्ञानाग्निदग्धकर्माणं तमाहुः पण्डितं बुधाः ॥ ४-१९॥yasya sarve samārambhāḥ kāma-saṅkalpa-varjitāḥjñānāgni-dagdha-karmāṇaṁ tam āhuḥ paṇḍitaṁ budhāḥ” Artinya:Ia yang bekerja dalam semua…

  • Bhakti: Landasan Dalam Mekarma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/06/2025 Umat Sedharma,Jika direnungkan, dalam sastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi, perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasilnya atau pahalanya. Memang terasa sulit didapat di zaman ini, melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan atau harapan akan pahala. Demikian juga halnya dengan ajaran-ajaran Weda yang dipelajari untuk disadari, seringkali karena adanya…

  • Krta Niscayah (BG.II.37)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)17.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Krta Niscayah (BG.II.37) Krta Niscayah adalah bulatkan tekad, teguhkan pikiran. Bangkit, berjuang, berkarya. Jangan ada keraguan. Bulatkan tekad mulia. Teguhkan pikiran luhur. Berkembang luhung penuh dedikasi. Bangkit, bangun, bangga, raih prestasi. Mari dimaknai filosofi Krta Niscayah, yakni bulatkan tekad dengan pikiran luhur. Bagikan ke:

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra disebutkan bahwa manusia yang terlahir namun mengingkari pelaksanaan dharma, bingung terhadap ajaran agamanya, serta hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi dengan hati yang tamak, disebut sebagai jadma kesasar (manusia yang tersesat). Sesungguhnya, kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Kehidupan manusia juga…