Rāgadveṣau (BG III.34)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
17 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Rāgadveṣau (BG III.34)

Rāgadveṣau berarti cinta dan tidak membenci. Marilah menumbuhkan rāga svadeśau, yaitu rasa cinta terhadap negeri sendiri, serta adveṣau deśi, yaitu tidak membenci negeri sendiri.

Cintailah bangsa. Cintailah negara. Tumbuhkan rasa cinta terhadap negeri sendiri.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perkokoh persatuan di antara sesama, tingkatkan semangat kebersamaan, dan bersama-sama membela tanah air Indonesia agar semakin maju, aman, dan sejahtera.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sentuhan Indria Perlu Diatur

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/09/2025 Umat sedharma, sifat keterikatan (rāga) dan kebencian (dveṣa) yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria (indriya) dengan obyek indria. Bila tidak dikendalikan, kedua sifat tersebut akan mempermudah terwujudnya kesadaran diri (ātma-jñāna). Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sejenisnya, sesungguhnya adalah orang…

  • Filosofi Mukta

    Diuraikan topik Mukta yang artinya bebas atau kebebasan, sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-28, dikutip sebagai berikut: “यतेन्द्रियमनोबुद्धिर्मुनिर्मोक्षपरायणः ।विगतेच्छाभयक्रोधो यः सदा मुक्त एव सः ॥ ५-२८॥yatendriya-mano-buddhir munir mokṣa-parāyaṇaḥvigatecchā-bhaya-krodho yaḥ sadā mukta eva saḥ” Artinya:Menguasai pañca indria, pikiran, dan kecerdasan, seorang Muni yang berhasrat mencapai kelepasan, membuang jauh nafsu, takut, dan murka, mereka akan…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara Weda21/12/2025 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria (pancaindra) atau hawa nafsu—citta-vṛtti-nirodha—menjadi faktor penting dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini, di alam saṁsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh indria dan hawa nafsu bagaikan seekor penyu yang menarik seluruh anggota badannya ke dalam cangkangnya. Orang yang berperilaku demikian sesungguhnya adalah…

  • Sumber-Sumber Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/07/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda diuraikan:“Idānīṁ dharma pramāṇānyāha, vedo ‘khilo dharma-mūlam…” dan seterusnya.Seluruh pustaka suci Weda adalah sumber utama Dharma, kemudian dilanjutkan dengan adat istiadat, tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda, serta tata kehidupan para ṛṣi atau orang-orang suci. Pada akhirnya, hal itu menuju pada kepuasan batin…

  • Krodha, Cermin Pudarnya Nilai Kesabaran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 21/05/2026 Umat se-dharma, kesabaran merupakan kekayaan yang paling mulia dan tak ternilai harganya, ibarat emas dan permata yang mampu memerangi kekuatan hawa nafsu; tiada yang melebihi kemuliaannya. Tatkala kesabaran dan ketenangan hati mulai berkurang, tidak akan pernah ada kepastian akan terjalinnya persahabatan. Sebaliknya, yang muncul adalah jiwa murka yang menyelubungi diri, yang…

  • Pentingnya Menjaga Keseimbangan dalam Diri

    Umat Se-Dharma, Tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sejatinya adalah untuk memperoleh rasa cinta kasih sayang dari-Nya, yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari Bhumi—menerangi seluruh alam semesta beserta isinya. Namun, ada pula yang merasa tidak pernah menerima…