Pelatihan Membaca Palawakya: Menguatkan Teknik, Vokal, dan Penjiwaan
Gita Santih Nusantara bekerja sama dengan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan menyelenggarakan Webinar Pelatihan Membaca Palawakya pada 17–18 Desember 2025, pukul 19.00–21.00 WIB, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi seni, serta pemerhati dharma gita.

Pelatihan ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum Gita Santih Nusantara, Ida Shri Bhagawan Dalem Acarya Maha Kerti Wira Jagad Manik. Selanjutnya, sambutan sekaligus Keynote Speaker disampaikan oleh pimpinan IAHN Mpu Kuturan yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag., M.Si.. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Ibu Kariati sebagai moderator.
Pelatihan ini membahas teknik membaca Palawakya, yakni seni pembacaan prosa Jawa Kuna (Parwa) dengan intonasi khusus, tekanan, serta tinggi-rendah suara yang khas. Palawakya dipahami tidak hanya sebagai pembacaan teks, tetapi sebagai praktik estetik dan spiritual yang hidup dalam upacara yadnya, seni pertunjukan, dan Utsawa Dharma Gita.
Materi pelatihan menekankan penguasaan pangwacen (pemenggalan bacaan sesuai makna), olah vokal (angkus prana dan onek-onekan), serta unsur wiraga, wirama, dan wirasa. Peserta diajak memahami pentingnya sumber suara, pengaturan pernapasan, dan kepekaan nada agar pembacaan menjadi jelas, mantap, dan berwibawa.
Selain itu, pelatihan juga membahas Maguru Bhasa, yakni pendekatan stilistika, estetika, dan puitika dalam pembacaan Palawakya. Pada bagian ini ditekankan dua unsur utama, yaitu Guru Bhasa, yakni pembacaan yang memperhatikan pemenggalan kata demi kata dalam satu kesatuan kalimat, serta Guru Rasa, yaitu kemampuan menghadirkan penjiwaan atau emosi yang sesuai dengan situasi teks, seperti halus, tegas, sedih, atau marah. Dengan demikian, teks Parwa tidak hanya dibaca dengan benar, tetapi juga “dihidupkan” sesuai konteks ceritanya.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman praktik yang kuat. Narasumber pertama adalah I Putu Ardiyasa, S.S., M.Sn., dosen teater tradisional, dalang, sekaligus praktisi seni pertunjukan. Sejak tahun 2009, ia aktif berkarya sebagai sutradara, produser, penampil, dan pengelola seni, khususnya di bidang wayang dan teater. Lulusan Magister Tata Kelola Seni Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini juga berpengalaman sebagai peneliti dan pembina seni pertunjukan di berbagai forum akademik dan budaya.
Narasumber kedua adalah Made Reland Udayana Tangkas, S.S., M.Hum., dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali IAHN Mpu Kuturan. Ia menekuni bidang linguistik kebudayaan, kajian lontar Bali, serta sastra Jawa Kuna, dan saat ini tengah menempuh studi Doktor (S3) Linguistik di Universitas Udayana. Dalam pelatihan ini, ia memberikan penguatan pada aspek konseptual dan estetika pembacaan Palawakya, khususnya dalam konteks Maguru Bhasa dan penjiwaan teks.
Terima kasih kepada para narasumber, peserta, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas membaca Palawakya secara teknis, estetik, dan penjiwaan, sehingga nilai-nilai dharma yang terkandung dalam teks sastra suci dapat disampaikan secara utuh, hidup, dan bermakna. Semoga pelatihan ini memberi manfaat dan turut memperkuat pelestarian sastra suci dan tradisi dharma gita.
Materi pelatihan bisa diunduh di bawah ini (klik tombol download)
