Konsep Ngayah dalam Agama Hindu

Panitia Nyepi DIY 1949 Saka/2027 M Terbentuk
Selamat Ngaturang Ngayah

Mutiara Weda
Yogyakarta, 8 September 2026

Umat se-Dharma,
dalam pustaka suci disebutkan, Kurvan eveha karmāṇi jijīviṣet śataṁ samāḥ, … dst. Sesungguhnya, hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban dan kebajikan.

Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan semata-mata karena hasil perbuatan yang selalu terpikirkan. Jangan menjadikan pahala sebagai satu-satunya motif dalam bekerja. Inilah salah satu konsep Ngayah dalam ajaran etika Hindu.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kawi menyayangi mereka yang berkarma dengan ketulusan hati, memegang konsep bekerja sebagai suatu kewajiban, dengan sesanti ketekunan di tangan kanan dan kejayaan di tangan kiri sebagai inspirasinya.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah berhenti untuk berkarma dengan landasan ketulusan. Konsep Ngayah merupakan bentuk implementasi karma suci. Niscaya akan memperoleh keberhasilan dan menikmati kemakmuran nantinya, Taraṇir ijjayati kṣeti puṣyati.

(Yajur Veda XL.2)

Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU

Paruman Walaka PHDI DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra diungkapkan bahwa apabila seseorang yang terlahir sebagai manusia mengingkari pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, serta dipenuhi sifat tamak, maka orang semacam itu disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…

  • Tri Dharma Sandhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/09/2025 Umat Se-dharma, Umat Hindu dalam menjalankan proses kehidupan guna mencapai tujuan hidupnya, yaitu kebahagiaan lahir dan batin — manah śāntiḥ maupun parama śāntiḥ — dengan tuntunan pustaka suci Weda, baik Weda Śruti maupun Weda Smṛti. Catur Weda merupakan Weda Śruti sebagai Weda inti (śiraḥ), sedangkan Smṛti merupakan Dharma Śāstra. Keduanya harus diyakini…

  • Hiṁsa Karma & Unsur Penyupatan

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/04/2026 Umat Sedharma, dalam susastra diajarkan: Ahimsa ngaranya tanpa mati-mati; menyakiti dan membunuh makhluk hidup dengan semena-mena tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu. Namun demikian, melakukan Hiṁsa Karma, yaitu perbuatan membunuh dengan tujuan kesucian tertentu, dapat menjadi suatu kewajiban sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Weda. Dalam kitab suci Vṛtti Śāsana tersurat bahwa melakukan perbuatan Hiṁsa Karma atau membunuh makhluk…

  • Filosofi Grhastha

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian dengan topik Grhastha, artinya kepala rumah tangga. Mari dipahami dengan bijaksana ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-89, yang dikutip sebagai berikut: “सर्वेषाम् अपि चैतेषाम् वेद स्मृति विधानतःगृहस्थ उच्यते श्रेष्ठः स त्रीनेतान् बिभर्ति हि”sarveṣām api caiteṣām veda smṛti vidhānataḥgṛhastha ucyate śreṣṭhaḥ sa trīnetān bibharti hi Artinya:Dan sesuai dengan…