Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
3 Agustus 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia.

Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara, yaitu menaati ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian akan terwujud kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.

Marilah menjadi teladan sebagai pribadi yang bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Panca Pramana & Panca Dharma Sandhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/08/2026 Umat Sedharma, Panca Pramana merupakan lima sumber Dharma yang wajib dijalankan dan menjadi pijakan utama bagi umat Hindu serta bersifat mutlak, yaitu: Kelima bagian dari Panca Pramana ini merupakan sumber-sumber Dharma yang wajib dipahami dan dijalankan oleh umat Hindu secara sinergis dan terintegrasi. Kesatuan kelima sumber Dharma tersebut sering disebut sebagai Panca…

  • Melatih Diri akan Ketanpaterikatan

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/07/2026 Umat Se-Dharma, Umat Hindu dalam mencapai tujuan hidupnya, yaitu bersatunya Sang Hyang Atman dengan Paramatma, Manunggaling Kawula lan Gusti, baik jiwan mukti maupun purna mukti, menempuh tiga jalan yang disebut Tri Sadhana atau Tri Karana. Tri Sadhana atau Tri Karana sebagai tiga jalan yang wajib dijalankan dalam mencapai tujuan akhir tersebut, antara…

  • Filosofi Mukta

    Diuraikan topik Mukta yang artinya bebas atau kebebasan, sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-28, dikutip sebagai berikut: “यतेन्द्रियमनोबुद्धिर्मुनिर्मोक्षपरायणः ।विगतेच्छाभयक्रोधो यः सदा मुक्त एव सः ॥ ५-२८॥yatendriya-mano-buddhir munir mokṣa-parāyaṇaḥvigatecchā-bhaya-krodho yaḥ sadā mukta eva saḥ” Artinya:Menguasai pañca indria, pikiran, dan kecerdasan, seorang Muni yang berhasrat mencapai kelepasan, membuang jauh nafsu, takut, dan murka, mereka akan…

  • Filosofi Aśvatthaṁ

    Disajikan sebuah topik Aśvattha, yaitu pohon suci yang disebut sebagai tanaman abadi sejenis pohon beringin, yang akarnya ke atas dan dahannya ke bawah. Pemahaman ini berasal dari ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XV.1, yang dikutip sebagai berikut: श्रीभगवानुवाचऊर्ध्वमूलमधःशाखमश्वत्थं प्राहुरव्ययम् ।छन्दांसि यस्य पर्णानि यस्तं वेद स वेदवित् ॥ १५-१॥ śrī bhagavān uvāca:ūrdhva-mūlam adhaḥ-śākham aśvatthaṁ prāhur avyayam,chandāṁsi…

  • Filosofi Shishu Màsà

    Disajikan topik Filosofi Shishu Màsà yang artinya masa bayi. Mari dipahami upaya pembelajaran terhadap masa bayi dalam pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA II-34 yang dikutip sebagai berikut ini: “चतुर्थे मासि कर्तव्यं शिशोर्निष्क्रमणं गृहात्षष्ठे ऽन्न प्राशनं मासि यद् वेष्टं मङ्गलं कुलेcaturthe māsi kartavyaṁ śiśor niṣkramaṇaṁ gṛhātṣaṣṭhe ’nna prāśanaṁ māsi yad veṣṭaṁ maṅgalaṁ kule” Artinya:Pada bulan keempat harus…

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara Weda Yogyakarta, 01/05/2026 Umat Se-dharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu hukum ṛta ataupun hukum karma, dengan landasan…