Dharma Pravṛtti

Mutiara Weda
Yogyakarta, 24 Juli 2026

Umat Sedharma,

Tiga sifat kemahakuasaan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu menciptakan, memelihara, dan melebur, merupakan perwujudan-Nya sebagai Tri Murti. Demikian pula, kelahiran (Utpatti), kehidupan (Sthiti), dan kembali ke asal (Pralina) yang dikenal sebagai Tri Kona, merupakan hukum kodrati Tuhan (Ṛta) yang berlaku bagi setiap makhluk hidup di alam semesta.

Pada hakikatnya, kehidupan manusia merupakan suatu siklus. Setelah terlahir ke dunia, manusia menjalani masa kanak-kanak, kemudian beranjak ke masa muda, dilanjutkan dengan masa tua, hingga akhirnya kembali kepada Sang Pencipta melalui kematian. Itulah siklus kehidupan yang merupakan ketetapan hukum alam.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, selama menjalani proses saṁsāra dalam kehidupan ini, marilah senantiasa berusaha melakukan setiap perbuatan berdasarkan ajaran kebenaran, yaitu Dharma Pravṛtti. Niscaya, dengan menempuh jalan Dharma, umat Sedharma akan memperoleh kebahagiaan, baik secara sekala maupun niskala, serta mencapai Jagadhita dan Kamokṣan.

(Sarasamuccaya 29 dan Weda Samhita).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Berbuat dengan Ketanpa-Akuan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 13/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra diungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra — walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergolak. Demikian juga halnya dengan orang yang…

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2026 Umat Sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai Dharma Dharma Sevanam (pelayanan berdasarkan Dharma) merupakan bagian dari etos kerja atau karma baik Subha Karma (perbuatan baik) sesuai ajaran etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama Dharma Sevanam (pelayanan Dharma) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.Dari kesucian akan mendapatkan…

  • Filosofi Muniprasna

    Palangka Raya, 22.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Om Swastyastu Disajikan sebuah topik Filosofi Munipraśna, artinya pertanyaan para orang bijaksana. Mari dipahami makna ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa 1.1.39 yang dikutip sebagai berikut: “इति श्रीशैवेमहापुराणे विद्येश्वरसंहितायां मुनिप्रश्नवर्णनो नाम प्रथमोऽध्यायः ॥ १ ॥iti śrīśaivemahāpurāṇe vidyeśvarasaṁhitāyāṁ munipraśnavarṇano nāma prathamo’dhyāyaḥ || 1 || Terjemahan:Inilah Śiva Mahāpurāṇa, Bab…

  • Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

    Mutiara Weda16/03/2025 Umat Sedharma, jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam melakukan perbuatan, maka dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpanya sehingga tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Akan tetapi, manakala ketulusan hati (Arjawa) menjadi dasar dalam berpikir, bertutur kata, dan berperbuatan, dapat dipastikan akan mendapatkan kekuatan pikiran. Sesungguhnya, tidak mementingkan diri…

  • Asatyam (BG XVI.8)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)1 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Asatyam (BG XVI.8) Asatyam berarti ketidakjujuran, yaitu tidak jujur, tidak berintegritas, tidak nyata, tidak faktual, tidak benar, berbohong, dan tidak dapat dipercaya. Idep asatyam adalah pikiran yang dilandasi kebohongan. Sabda asatyam adalah perkataan yang tidak jujur. Bayu asatyam adalah perilaku yang dilandasi kebohongan. Sifat…