MEYADNYA: Persembahan Tulus Dalam Kehidupan
Mutiara Weda
Yogyakarta, 25/09/2026
Umat se-Dharma, dalam ajaran Hindu, Yadnya bukan sekadar upacara atau persembahan dalam bentuk materi. Hakikat Yadnya sesungguhnya adalah ketulusan dalam mempersembahkan, melayani, serta menjalankan kewajiban sebagai wujud rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi.
Hakikat Meyadnya mengajarkan umat Hindu agar tidak hanya berpikir tentang apa yang dapat diterima, tetapi juga menyadari apa yang dapat dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Wisesa, kepada sesama, para leluhur, para guru, dan alam semesta.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita senantiasa menjalankan kewajiban suci dengan Meyadnya, yaitu melakukan persembahan tanpa terikat pada hasilnya. Demikian pula dalam bekerja dan berbuat, hendaknya dilandasi semangat Yadnya dan ketulusan hati.
Niscaya, dengan demikian rasa ego akan dapat dikendalikan, pelayanan dan pengabdian dapat semakin ditingkatkan, sehingga tercipta kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan.
(BG. III.9)
Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU
Paruman Welaka PHDI DIY
GITA SANTIHNUSANTARA