Bangun Pura dalam Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 24 Agustus 2026

Umat se-Dharma, jika dipahami dengan baik, belajar agama dan ajaran kedyatmikan/spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh Budhi.

Jika ajaran agama dan ajaran kesucian/spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat Rajasika, sudah dapat dipastikan hal tersebut mencerminkan rendahnya kualitas rohani dan tingkatan spiritual yang dimilikinya, sehingga cenderung melahirkan kerasnya jiwa serta matinya rasa.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi suatu kewajiban untuk membangun Pura dalam diri, Padma Hrdaya, melalui upaya meningkatkan kualitas rohani atau spiritualitas dengan tuntunan ajaran agama dan ajaran kesucian/spiritual secara benar, guna memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi. Niscaya kehidupan yang Satyam, Sivam, dan Sundaram akan dapat terwujud.

(S.S. 14 & MDS. IV.138)

Mangku Gede Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kebenaran Sejati

    Mutiara Weda21/01/2025 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu ada tersurat bahwa kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi & mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian & keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang…

  • Sat, Cit, Ananda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/08/2026 Umat Sedharma, Pustaka Suci Weda mengajarkan agar kita senantiasa setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menapaki jalan menuju ketenangan serta kedamaian batin (Parama Śānti). Satyam eva jayate nānṛtam.Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat serta hakikat Ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ananda Brahman, yang menjadi bagian dari dasar…

  • Sejarah Agama Hindu

    Berbicara sejarah Agama Hindu, penting untuk umat Hindu menoleh ke masa lalu, yakni masa atita. Sekilas tentang Asal Usul Agama HinduSebuah lokasi di lembah Sungai Sindhu di negeri India, daerah Jammu Kashmir, merupakan asal mula Agama Hindu. Mengenai asal Agama Hindu, dipercaya sebagai agama tertua di dunia yang bermula di Lembah Indus, India, sekitar tahun…

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara Weda Yogyakarta, 01/05/2026 Umat Se-dharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu hukum ṛta ataupun hukum karma, dengan landasan…

  • Filosofi Dvijottama

    Disajikan sebuah topik tentang Dvijottama yang berarti pendeta utama, pendeta terkemuka. Mari kita pahami ajaran luhur tentang kepanditaan melalui pustaka suci Bhagavad Gītā I.7 yang dikutip sebagai berikut: “अस्माकं तु विशिष्टा ये तान्निबोध द्विजोत्तम ।नायका मम सैन्यस्य संज्ञार्थं तान्ब्रवीमि ते ॥ १-७॥asmākaṁ tu viśiṣṭā ye tān nibodha dvijottama,nāyakā mama sainyasya saṁjñārthaṁ tān bravīmi te Artinya:“Ketahuilah,…

  • Phala (BG XVII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)26 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Phala (BG XVII.21) Phala berarti pahala atau hasil dari suatu perbuatan. Dānam atau pemberian hendaknya dilakukan dengan tulus, tanpa rasa kesal, dan dilandasi kesucian hati. Pemberian yang mengharapkan imbalan menunjukkan sifat rajas, sedangkan pemberian yang dilakukan dengan penuh ketulusan merupakan wujud sifat sattwam. Baik…