Kuatkan Kepekaan Rohani

Mutiara Weda
Yogyakarta, 20/08/2026

Umat Sedharma, perlu disadari bahwa terlahir dan menjelma sebagai manusia di mayapada ini dibekali dengan berbagai keterikatan terhadap hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti kelahiran (janma), kematian (mṛtyu), usia tua (jarā), penyakit (vyādhi), penderitaan (duḥkha), dan kesalahan atau dosa.

Dalam alam saṁsāra, berbagai keterikatan tersebut dapat membelenggu jiwa umat manusia apabila tidak dipahami, dimengerti, dan disadari sebagai bagian dari kenyataan kehidupan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan jiwa dan kehidupan manusia terombang-ambing, bahkan tidak sedikit yang akhirnya terhempas hingga mengalami kehancuran.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu meningkatkan kepekaan rohani dengan memantapkan kualitas diri masing-masing, menumbuhkan rasa Bhakti, serta menyucikan hati nurani melalui berbagai Sādhana atau latihan rohani, antara lain Vrata dan Upavāsa.

Niscaya, kita akan mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan yang senantiasa membelenggu, sekaligus mengendalikan unsur-unsur Ṣaḍ Ripu. Dengan demikian, kehidupan akan menjadi lebih tenang, tenteram, dan damai serta mampu menerima setiap proses kehidupan dengan lapang dada (Lascarya).

(BG XIII.8 dan Slokantara)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sumber-sumber Dharma Pijakan bagi Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/05/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda ada menguraikan:Idanim dharma pramananyaha, wedo khilo dharmamulam… dst, seluruh pustaka suci Weda adalah sumber Dharma, kemudian adat istiadat, dan tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda serta tata cara kehidupan orang-orang suci dan akhirnya menuju kepuasan diri pribadi Atmanastuti. Orang yang mengikuti…

  • Filosofi Naksatranam

    Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.” Artinya:“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku…

  • Cakra Dharma

    Mutiara Weda18/01/2025 Umat Se-Dharma, Sifat melayani akan nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (Subha Karma) sesuai ajaran Etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama (Dharma Sevanam) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan mendapatkan kemuliaan,…

  • Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/11/2025 Umat se-dharma, jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam melakukan perbuatan, maka dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpanya, sehingga tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Akan tetapi, manakala ketulusan hati (ārjava) menjadi dasar dalam berpikir, bertutur kata, dan berperbuatan, dapat dipastikan ia akan memperoleh kekuatan pikiran. Sesungguhnya tidak…

  • Visudha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/05/2025 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satupun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja. Kualitas perbuatan menentukan…

  • Filosofi Amṛtasnātaka

    Disajikan sebuah topik tentang Amṛtasnātaka, artinya seorang yang tekun dalam brata dan taat menjalani brahmacārī. Mari dipahami ajaran suci dalam pustaka Sārasamuccaya, Sloka 255, yang dikutip sebagai berikut: “amāvāsyāṁ caturdaśyāṁ pūrṇamāsyāṣṭamīṣu ca,brahmacārī bhaven nityam amṛtasnātako dvijaḥ.” Nihan tācāranikang sang brāhmaṇa, yan ring amāwāsyā, caturdaśī, ring pūrṇamā, ring aṣṭamīkāla kunēng, brahmacārya juga sira, haywa parēking strī,…