Jangan Sepotong-Sepotong dalam Beragama
Mutiara Weda
Yogyakarta, 04/08/2026
Umat Sedharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu terletak pada kuatnya agem-ageman dalam bentuk Śraddhā. Apabila keyakinan mulai berkurang, timbul kebingungan bahkan keraguan terhadap agama yang dianut, maka dapat dipastikan pondasi keagamaan menjadi rapuh. Dampaknya adalah lemahnya pemahaman terhadap inti sari ajaran agama.
Pemahaman ajaran agama secara benar merupakan suatu keharusan yang bersifat mutlak melalui penguasaan Tattwa Agama, Etika Agama, dan Upakara Agama, dengan berpegang teguh pada sumber-sumber Dharma serta tiga kerangka dasar ajaran Agama Hindu yang menjadi roh atau jiwa ajaran Hindu Dharma dan wajib dilaksanakan secara sinergis (Tri Jñāna Sandhi).
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menjalankan agama secara utuh, bukan sepotong-sepotong atau sepenggal-sepenggal. Pegang teguh agem-ageman dalam beragama sesuai dengan sumber-sumber Dharma. Pelajarilah kembali kandungan Pustaka Suci Weda secara benar, utuh, dan menyeluruh, baik melalui Weda Śruti maupun Weda Smṛti. Belajarlah Weda secara bertahap, berjenjang, dan komprehensif. Tidak dibenarkan mempelajari Weda melalui jalan pintas dengan dalih praktis, simpel, mudah, atau sederhana yang justru berpotensi menyesatkan.
Niscaya, umat Hindu akan tetap ajeg dalam Dharmanya, memiliki Śraddhā yang kuat, kokoh dalam memegang ajaran Sanātana Dharma, serta mampu mewujudkan kehidupan yang bahagia, baik secara sekala maupun niskala, menuju Jagadhita dan Kamoksan.
(Kitab Swastika Rana dan Weda Sabda Suci Tuhan)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
