Sumber Dharma yang Menjadi Napas dan Pijakan bagi Umat Hindu di Nusantara

Mutiara Weda
Yogyakarta, 07/08/2026

Umat sedharma, dalam Pustaka Suci Weda diuraikan: Idānīṁ dharma-pramāṇāny āha, vedo’khilo dharmamūlam … dst., yang bermakna bahwa seluruh Pustaka Suci Weda merupakan sumber Dharma. Selanjutnya, adat istiadat, tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijaksana yang mendalami ajaran Weda, tata cara kehidupan orang-orang suci, serta akhirnya kepuasan batin pribadi (Ātmanastuti) juga menjadi sumber Dharma.

Orang yang mengikuti hukum agama dengan berlandaskan sumber-sumber Dharma sebagaimana diajarkan dalam Pustaka Suci Weda, yaitu Śruti, Smṛti, Śīla, Śiṣṭācāra, dan Ātmanastuti, sebagai pijakan dalam beragama akan memperoleh kemuliaan serta kebahagiaan yang tidak terbatas.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita berkewajiban mempelajari dan menjalankan sumber-sumber Dharma serta hukum-hukum agama, vidvadbhiḥ sevitah sadbhiḥ, sehingga mampu menampilkan pribadi umat Hindu yang bijaksana serta terhindar dari rasa benci. Niscaya, umat sedharma akan memiliki dasar keyakinan yang kuat dan kokoh. Dalam berbuat maupun bekerja, motivasinya bukan semata-mata mengejar hasil atau pahala, melainkan sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan melalui Bhakti Marga.

(MDS. II.6)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Cakra Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 01/10/2025 Umat sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai dharma (Dharma-sevanam) merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (śubha-karma) sesuai ajaran ethika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama (Dharma-sevanam) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan lahir kemuliaan, dari…

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/08/2026 Umat Sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan introspeksi dan pengendalian diri, dengan berlandaskan kemampuan serta kejujuran dalam menyinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi). Dengan kesucian diri, kita akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Dengan terbangunnya kedamaian dalam…

  • Subhakarma (SS. 21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Subhakarma (SS. 21) Subhakarma adalah perbuatan baik. Berbuat baik akan menghasilkan pahala yang baik. Kelak, apabila meninggal dunia, seseorang akan memperoleh svarga. Apabila menjelma kembali, disebut Svargacyuta. Ciri-ciri orang yang terlahir dari svarga, antara lain: a) Rupawan, yakni orang yang berwajah cantik atau tampan.b)…

  • Filosofi Pandita

    Berbahagia disajikan topik Filosofi Pandita, yaitu menaati Tri Sasana Pandita yang wajib ditaati dengan suci. Mari dimaknai tentang ajaran Tri Sasana Pandita pada pustaka suci Sārasamuccaya – Sloka 61 yang dikutip sebagai berikut ini: “rājā bhirur brāhmanah sarvabhakso vaicyo’nīhāvān hīnavarno’lasaṣco, vidvānacilo vṛttahīnah kulīnah bhrasto brāhmaṇah strī ca duṣþā.Hana pwa mangke kramanya, ratu wēdi-wedi, brāhmana sarwabhaksa,…

  • Kīrti (Slokāntara 7)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Kīrti (Slokāntara 7) Kīrti adalah orang bijaksana dan budiman. Kīrti memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. tidak dendam atau adveṣa terhadap orang lain;b. selalu jujur atau ārjava terhadap siapa pun;c. tidak marah atau akrodha kepada orang lain;d. tidak curang atau na coraḥ terhadap siapa pun…