Bersahabat dengan Kesabaran
Mutiara Weda
Yogyakarta, 3 Agustus 2026
Umat Sedharma,
Jika dicermati, kehidupan manusia di dunia ini ibarat Cakra Manggilingan yang senantiasa berputar. Terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah, silih berganti, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan kehidupan.
Tanpa ombak yang ganas, seseorang tidak akan pernah mengetahui kemahirannya dalam berselancar. Demikian pula, tanpa cobaan, tantangan, dan godaan hidup, seseorang tidak akan pernah mengetahui kualitas kedewasaan serta tingkat kesabaran yang dimilikinya.
Cobaan dan godaan hidup dapat datang kapan saja. Oleh sebab itu, manusia perlu bersahabat dengan ketenangan dan kesabaran. Belajarlah dari layang-layang yang dapat terbang tinggi karena angin yang kencang. Demikian pula, hanya kolam yang tenang mampu membuat bunga lotus mekar dengan indah.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk membangun kesucian diri, baik lahir maupun batin, dengan berlandaskan ketenangan, kesabaran, dan kedamaian hati. Niscaya kehidupan yang dipenuhi Satyam, Sivam, dan Sundaram, serta Manah Śānti dan Parama Śānti, akan dapat terwujud.
(Wrhaspati Tattwa dan Sarasamuccaya 92–95).
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
