Pentingnya Pengendalian Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 28 Juli 2026

Umat Sedharma,

Kesucian batin akan terwujud apabila seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Kesucian diri juga akan membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, seseorang akan mampu mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanatana Dharma.

Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yakni Hukum Ṛta maupun Hukum Karma, yang berlandaskan kejujuran dalam menyinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah kita senantiasa membangun kesucian diri melalui pengendalian indria. Dengan demikian, kita dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran (Sapta Timira) serta tidak menjerumuskan diri ke dalam perbuatan yang melanggar norma-norma agama. Niscaya Cakra Dharma akan berputar secara sinergis dalam mewujudkan Satyam, Śivam, dan Sundaram, sehingga tatanan kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis dapat terwujud, menuju Manah Śānti maupun Parama Śānti.

(Yajur Veda 19.30).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Singkirkan Rasa Benci & Jauhkan Niat-Niat Jahat dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: Papma hato na somah, singkirkan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri dan kejarlah selalu nilai-nilai perilaku kebajikan & kemuliaan. Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela & jahat terhadap sesama merupakan suatu keharusan untuk menuju kebaikan, kemuliaan, serta terbangunnya kesucian batin. Oleh karena itu, sebagai umat…

  • Sat, Cit, Ananda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/08/2026 Umat Sedharma, Pustaka Suci Weda mengajarkan agar kita senantiasa setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menapaki jalan menuju ketenangan serta kedamaian batin (Parama Śānti). Satyam eva jayate nānṛtam.Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat serta hakikat Ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ananda Brahman, yang menjadi bagian dari dasar…

  • Filosofi Grhastha Dharma

    Disajikan topik mengenai Grhastha Dharma artinya kewajiban keluarga. Maknai ajaran luhur pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA I-118 yang dikutip sebagai berikut: “देश धर्मान् जाति धर्मान् कुल धर्मांश्च शाश्वतम्पाषण्ड गण धर्मांश्च शास्त्रे ऽस्मिन्नुक्तवान् मनुःdeśa dharmān jāti dharmān kula dharmāṁśca śāśvatampāṣaṇḍa gaṇa dharmāṁśca śāstre ’sminnuktavān manuḥ” Artinya:Kewajiban tentang kewarganegaraan, kewajiban khusus pada golongannya sendiri, dan kewajiban…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2025 Umat Se-Dharma, Dalam sesanti ada menyebutkan, binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya. Begitu pula binatang ular, memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat, seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat dipastikan…

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/05/2025 Umat sedharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja atau Karma dan dari pengabdian itu pula akan dapat terbangunnya kesucian dalam diri sebagai pondasi dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (Sauca) akan mendapatkan kemuliaan, dengan kemuliaan akan mendapatkan kehormatan, dan dengan kehormatan pula akan dapat memperoleh kebenaran atau…

  • Pancarkan Ajaran Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 4 Juni 2026 Umat se-dharma, dalam sebuah sesanti disebutkan: “Madhu viṣakuśumebhyo jāyate pathyam etat …” dan seterusnya. Madu yang sering dipakai sebagai obat berasal dari lebah yang memiliki sengat berbisa. Begitu pula halnya susu, minuman yang sangat berguna dan bermanfaat bagi tubuh manusia, berasal dari darah dan daging yang diproses secara alami dalam…