Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

Mutiara Weda

Yogyakarta, 11/07/2026

Umat Sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Begitu pula, tidak ada musuh yang sejahat kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (tyāga).

Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan pada zaman ini, baik dalam bekerja, berusaha, maupun dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagaimana orang-orang lain melakukannya. Namun, di dalam hati tidak ada rasa kegelisahan yang ditimbulkan oleh nafsu tersebut.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menyikapi proses kehidupan duniawi ini dengan mampu merasakan kesepian di tempat yang ramai dan merasakan keramaian di dalam kesepian. Niscaya, kebahagiaan hidup akan dapat dirasakan.

(Kitab Slokantara 39.54)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…

  • Kṛtakṛtya-Ātmarati

    Mutiara Weda20/01/2025 Umat Se-dharma, dalam Susastra disebutkan bahwa untuk mengarungi kehidupan yang sempurna (Kṛtakṛtya) dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan (Ātmarati), penerapan nilai-nilai ajaran Dharma adalah hal yang tidak terpisahkan. Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma pada diri sendiri untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta disebut Dharma Sadhana atau Catur Dharma Sadhana, yang merupakan Sesarining Dharma….

  • Bangun Soliditas Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 04/08/2025 Umat Se-Dharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan:Wahai Umat Manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama,yang mengajarkan kepada kita umat se-Dharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama.Sahrdayam sammanasyam, avidvesam kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusan, keikhlasan, mentalitas atau kejiwaan yang…

  • Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Jñānatapasaḥ (BG IV.10) Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia. Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara,…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/12/2025 Umat sedharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan, menjadi sumber pengetahuan, sekaligus berfungsi sebagai perantara tercepat dalam diri manusia. Pikiran adalah penentu baik dan buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indria dan menjadikan niat atau tekad…

  • Bhoga-Svātantrya

    Mutiara WedaYogyakarta, 28 Mei 2026 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu disebutkan: “Ala ulah ala tinemu, ayu kinardi ayu pinanggih.” Benih padi yang ditanam akan menghasilkan padi, demikian pula benih jagung yang ditanam akan menghasilkan jagung. Demikianlah hakikat Hukum Karma Phala, bahwa setiap perbuatan akan melahirkan akibat yang sepadan dengan sebab yang ditimbulkannya. Manusia tidak memiliki…