Śubhakarma (Bhagavadgītā XIII.7)

DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)
2 Juli 2026

Oleh: I Ketut Subagiasta

Śubhakarma (Bhagavadgītā XIII.7)

Śubhakarma adalah melakukan perbuatan mulia. Ada sembilan yang disebut Nava Śubhakarma, sebagai berikut:

  1. Amaritvam (rendah hati).
  2. Adambhitvam (ketulusan).
  3. Ahiṃsā (tanpa kekerasan).
  4. Kṣāntiḥ (kesabaran).
  5. Ārjavam (keadilan).
  6. Ācāryopāsanam (mengabdi kepada guru).
  7. Śaucam (kesucian).
  8. Sthairyam (keteguhan iman).
  9. Ātmavinigrahaḥ (mawas diri).

Asubhakarma adalah menghindari perbuatan kejam. Ada lima yang disebut Pañca Hiṃsā Karma, sebagai berikut:

  1. Utpīḍanam (उत्पीडनम्) = perundungan.
  2. Nirodhaḥ (निरोधः) = penyekapan.
  3. Bhayaṅkaratā (भयङ्करता) = intimidasi.
  4. Vadhaḥ (वधः) = pembunuhan.
  5. Pīḍanam (पीडनम्) = penyiksaan.

Pañca Hiṃsā Karma atau Pañca Aśubhakarma adalah lima perbuatan kejam yang tidak boleh dilakukan oleh umat Hindu. Ingatlah!

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kendalikan Pikiran dengan Bertapa

    Mutiara Weda Yogyakarta, 29 Juni 2026 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci tersurat: “Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam … dst.” Ajaran tersebut menjelaskan bahwa ada tiga hal yang dapat menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga menimbulkan “kemabukan”, yaitu surā (minuman keras), Sarasvatī (kepandaian), dan Lakṣmī (kekayaan). Kemabukan atau kegelapan pikiran dapat menjerumuskan manusia apabila…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara Weda30/07/2025 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, kebingungan, bahkan keraguan terhadap agamanya, dapat dipastikan akan merapuhkan pondasi agama yang berdampak pula pada rapuhnya pemahaman inti sari dari ajaran agama. Pemahaman ajaran agama…

  • Bunga Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/10/2025 Umat sedharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan akan membuat Ātman (roh sejati) dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni (lahir dalam wujud kedewataan), yang disebut dengan aiśvarya (kemuliaan), dan menjadi buah atau bunga-bunga dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit…

  • Filosofi Paksinam

    Palangka Raya, 12 Juni 2025 Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan topik Paksinam, yaitu nama-nama burung. Secara ekoteologis, burung memiliki peran sebagai penolong kehidupan. Makna ajaran luhur ini juga tercermin dalam pustaka suci Bhagavad Gītā X.30 yang dikutip sebagai berikut: “प्रह्लादश्चास्मि दैत्यानां कालः कलयतामहम् ।मृगाणां च मृगेन्द्रोऽहं वैनतेयश्च पक्षिणाम् ॥ १०-३०॥prahlādaś cāsmi daityānāṁ kālaḥ kalayatām aham,mṛgāṇāṁ…

  • Ketulusan dalam Bhakti

    Mutiara WedaYogyakarta, 28/06/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda Samhita disebutkan:“Sata hasta sama hara, sahasrahasta sam kira”,yang mengajarkan umat Hindu untuk menjalankan Punia Bhakti dengan ketulusan hati melalui seribu tangan. Sikap tulus ikhlas, murah hati, dan suka menolong berupa pemberian atau Punia Bhakti merupakan sikap bijak yang perlu dibangun oleh setiap umat manusia sebagai bentuk implementasi…

  • Filosofi Asta Prakrti

    Disajikan topik filosofi Asta Prakrti artinya delapan sifat alami. Mari dimaknai delapan sifat alami pada pustaka suci Bhagavad Gītā VII-4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव चbhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā.“ Artinya:Tanah, air, api, udara, ether, pikiran,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *