Jangan Menjadi Jadma Kesasar
Mutiara Weda
Yogyakarta, 24 Juni 2026
Umat sedharma, dalam susastra tersurat bahwa manakala memperoleh kesempatan lahir dan hidup menjelma sebagai manusia, namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, serta hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan nafsu duniawi dengan hati yang tamak, maka orang seperti itu disebut jadma kesasar (manusia sesat).
Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Kelahiran sebagai manusia juga berlangsung sangat singkat, bagaikan kilatan cahaya petir yang hanya sesaat. Di samping itu, kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat sukar untuk diperoleh.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan menjadi jadma kesasar dan jangan menyia-nyiakan kesempatan lahir sebagai manusia dalam menjalani proses saṁsāra (siklus kelahiran kembali). Pergunakanlah kesempatan menjelma sebagai manusia dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan menjalankan dan menegakkan ajaran Dharma melalui Sevaka Dharma (pengabdian kepada Dharma) serta memancarkan nilai-nilai Dharma kepada sesama melalui Dharma Vāhinī (pembawa dan penyebar Dharma).
Niscaya, umat Hindu akan memperoleh kebahagiaan, baik di dunia sekala (alam nyata) maupun niskala (alam rohani), serta mencapai Jagadhita dan mokṣa pada akhirnya.
(Sarasamuccaya 8–9)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
