Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

Mutiara Weda
Yogyakarta, 12/04/2025

Umat sedharma, dalam sesanti disebutkan bahwa binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya. Demikian pula ular memiliki racun yang sangat berbisa pada taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang berhati licik, picik, dan jahat; seluruh dirinya diliputi oleh “racun” yang sangat berbisa.

Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (aśubha karma) akan membawa penderitaan, malapetaka, bahkan kehancuran (naraka cyuta). Setiap kejahatan yang dilakukan akan kembali kepada pelakunya (pratikāra). Sebaliknya, menjadi pribadi yang baik dan bijaksana (sādhu janma) merupakan tujuan hidup dalam penjelmaan sebagai manusia.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, hendaknya selalu berhati-hati dalam menjalankan svadharma. Jauhkan diri dari perilaku kejahatan seperti mengadu domba dan menimbulkan kegaduhan, karena hal tersebut termasuk perbuatan nista (rendah). Tumbuhkan sifat-sifat bijak (daivī sampad) dalam diri agar terhindar dari kelahiran caṇḍāla dan tidak terjerumus ke dalam naraka mahārorava.

Niscaya, setiap umat sedharma akan senantiasa berada di jalan dharma menuju sādhu janma.
(Kitab Nītiśāstra II.9)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2026 Umat Sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai Dharma Dharma Sevanam (pelayanan berdasarkan Dharma) merupakan bagian dari etos kerja atau karma baik Subha Karma (perbuatan baik) sesuai ajaran etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama Dharma Sevanam (pelayanan Dharma) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.Dari kesucian akan mendapatkan…

  • Filosofi Grhasthe Saṁsthitim

    Disajikan sebuah topik Grhasthe Saṁsthitim, artinya semua tahapan kehidupan mendapat perlindungan pada tahap berumah tangga. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra – Sloka VI.90 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथा नदीनदाः सर्वे सागरे यान्ति संस्थितिम्तथैवाश्रमिणः सर्वे गृहस्थे यान्ति संस्थितिम्yathā nadīnadāḥ sarve sāgare yānti saṁsthitimtathaivāśramiṇaḥ sarve gṛhasthe yānti saṁsthitim“ Artinya:Sebagaimana semua sungai, baik…

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/07/2025 Umat Se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan & kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang Atman akan dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju pada kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni, disebut dengan Aisvarya, dan menjadikan sebagai buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma / kejahatan dan menentang Dharma…

  • Sentuhan Pancaran Sinar Suci

    Mutiara Weda Yogyakarta, 5 Juli 2026 Umat Se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk mendapatkan rasa cinta kasih sayang dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi beserta seluruh alam semesta dan segala isinya. Mereka…

  • Filosofi Àmbhasā

    Palangka Raya, 8.6.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan topik Àmbhasā, artinya oleh air. Mari dimaknai ajaran luhur tentang Àmbhasā secara ekoteologi dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-10 yang dikutip sebagai berikut: “ब्रह्मण्याधाय कर्माणि सङ्गं त्यक्त्वा करोति यः ।लिप्यते न स पापेन पद्मपत्रमिवाम्भसा ॥ ५-१०॥brahmaṇy ādhāya karmāṇi saṅgaṁ tyaktvā karoti yaḥlipyate na sa pāpena padma-patram ivāmbhasā…

  • Siklus Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2025 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian/kembali ke asal) sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga/kekuatan yang disebut Udana…