Tunggalang Idep
Mutiara Weda
Yogyakarta, 13/04/2026
Umat sedharma, dalam ajaran tattva diungkapkan bahwa ketika seluruh tattva menyatu, maka segala objek tidak lagi tampak, sehingga citta (pikiran) dapat dipusatkan dalam dhyāna (meditasi). Penyatuan seluruh tattva yang berada di bawah buddhi disebut eka citta atau eka buddhi, yang dalam istilah lokal dikenal sebagai nunggalang idep.
Adapun tattva yang berada di bawah buddhi meliputi ahaṃkāra tattva (ego), manas atau rājendriya tattva (pikiran sebagai pengendali indria), serta daśendriya tattva (sepuluh indria).
Pikiran merupakan penentu kehidupan manusia. Pikiran dapat membawa seseorang menuju surga ataupun neraka; menjadikan seseorang terlahir sebagai manusia atau makhluk lainnya; menentukan kemenangan, bahkan mengantarkan pada kelepasan (mokṣa).
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk membersihkan citta, mengendalikan indriya, serta senantiasa melakukan mulat sarira (introspeksi diri). Mantapkan pula pengetahuan rohani (jñāna) dan pengetahuan kehidupan (vidyā).
Niscaya, Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan senantiasa dekat dan bersemayam dalam diri, sehingga terwujud keadaan citta yang luhur menuju kesadaran tertinggi, yaitu puruṣa.
(Yajurveda 17.31 & Bṛhaspati Tattva 16)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN)
Daerah Istimewa Yogyakarta
