Pentingnya Membangun Soliditas

Mutiara Weda
16/02/2026

Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṃhitā ada mengungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada kita umat Sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ … dan seterusnya.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau kejiwaan yang sama, serta perasaan bersahabat tanpa kebencian, seperti halnya induk sapi yang mencintai anaknya. Begitulah seharusnya tatkala kita membangun persahabatan dalam persatuan. Rasa persatuan akan dapat dibangun dan tumbuh manakala terwujud keserasian, sinergisitas, dan kebersamaan, terutama dalam pikiran. Bila pikiran sinergis, akan tumbuh dan berkembang cinta kasih serta terbangun persatuan umat Hindu.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu mari bangun kebersamaan dan persatuan, bersinergi satu sama lainnya, satukan pikiran, satukan tujuan, serta bangun keserasian: saṃ vo manāṃsi saṃ vratā (satukan pikiran dan tekadmu). Niscaya, dengan keserasian akan dapat terbangun kerukunan menuju persatuan, Medharma Śānti (kedamaian dalam dharma) nantinya.
(Ṛgveda X.191.2)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 18 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Jika dilihat dalam pustaka suci Weda, tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (śubha karma) serta…

  • Filosofi Apsu

    Disajikan Filosofi Apsu artinya air. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā VII-8 yang dikutip sebagai berikut ini: “मयि सर्वमिदं प्रोतं सूत्रे मणिगणा इव ॥ ७-७॥रसोऽहमप्सु कौन्तेय प्रभास्मि शशिसूर्ययोः ।raso ‘ham apsu kaunteya prabhāsmi śaśi-sūryayoḥ,praṇavaḥ sarva-vedeṣu śabdaḥ khe pauruṣaṁ nṛṣu. Artinya:Aku adalah rasa dalam air, wahai Arjuna; Aku adalah cahaya pada bulan dan…

  • Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74) Aṣṭa Coraḥ dan Ṣaḍātatāyī adalah delapan perbuatan curang dan enam perbuatan kejam. Ada caturdaśa atau empat belas perbuatan curang dan kejam, antara lain: membegal, merampas, merampok, mengamuk, menganiaya, membunuh, menyihir, meracun, mencuri, memfitnah, memancung, menyakiti, merusak, dan menipu….

  • Berjiwa Konfrontasi: Sumber Malapetaka

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/01/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Demikian pula, tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan; tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan; dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan hawa nafsu. Melepaskan diri dari cengkeraman hawa nafsu menjadi suatu keharusan…

  • Jalankan Svadharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/09/2025 Umat Se-dharma, Dalam śāstra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia lalu ingkar terhadap pelaksanaan dharma, bahkan bingung dengan agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak — orang semacam ini disebut jātma kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki dan membenahi…