Vibhūti Mārga

Mutiara Weda

19/01/2026

Umat se-dharma, Pañca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin akan śraddhā-nya, orang semacam ini disebut dalam golongan Nāstika atau jadma kesasar (orang yang tersesat).

Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam kewajiban rohani).

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk menjalankan ajaran agamanya dengan baik sesuai dengan svadharma-nya masing-masing serta yakin akan kebenaran mutlak pustaka suci Weda sebagai jalan menuju keagungan Vibhūti Mārga. Niscaya tujuan hidup akan tercapai, yaitu kebahagiaan lahir dan batin; Catur Puruṣārtha pun akan terwujud. (ŚS. 114–116)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN)
Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Musuh Utama Ada di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 12 Juli 2026 Umat Se-Dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kaliyuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri sebagai akibat dari ketidakmampuan mensinergiskan unsur Tri Guna, yaitu Satvam, Rajas, dan Tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat-sifat yang bijaksana dan mulia yang harus tertanam serta…

  • Filosofi Analo Prakṛti

    Palangka Raya, 14.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Analo Prakṛti, artinya sifat alami api, ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api,…

  • Buddhi: Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara Weda08/07/2025 Umat Se-Dharma,Jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika seseorang akan bertutur kata dan bertindak, agar menghasilkan karma baik (śubha karma) di kemudian hari. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan, agar pikiran dapat terkendali dan terfokus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…

  • Ngajegang Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 4 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa apabila seseorang dilahirkan menjadi manusia, tetapi ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, terlebih hanya mengejar kenikmatan, kepuasan duniawi, serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk…

  • Filosofi Saṁbandhinaḥ

    Disajikan sebuah topik tentang Saṁbandhinaḥ artinya sanak keluarga atau sanak kandung. Mari dipahami anggota keluarga besar sebagaimana diajarkan dalam pustaka suci Bhagavad Gītā I.34 yang dikutip sebagai berikut: “आचार्याः पितरः पुत्राः तथैव च पितामहाः ।मातुलाः श्वशुराः पौत्राः स्यालाः सम्बन्धिनस्तथा ॥ १-३४॥ācāryāḥ pitaraḥ putrās tathāiva ca pitāmahāḥ,mātulāḥ śvaśurāḥ pautrāḥ śyālāḥ saṁbandhinas tathā.” Artinya:Guru, bapa, anak-anak dan…

  • Indrya Mata: Mata Nafsu

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/11/2024 Umat Sedharma,Menjelma menjadi manusia di alam maya pada ini penuh dengan permasalahan, cobaan, dan godaan yang disebabkan oleh kegelapan pikiran Bhaksa Bhuana akibat ketidakmampuan menjaga dan mengolahnya. Kegelapan pikiran itulah yang mempunyai indrya mata, yang disebut mata nafsu. Pikiran yang bermata-nafsu tidak mampu melihat kenyataan hidup yang sebenarnya sehingga cenderung menggunakan keakuan…