Tri Kaya Sandhi

Mutiara Weda
20/12/2025

Umat sedharma, di dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa umat Hindu, dalam menjalankan proses berpikir, melakukan perbuatan, maupun ketika akan mengeluarkan perkataan, hendaknya selalu berhati-hati serta mempertimbangkan akibatnya, baik maupun buruk dampaknya.

Umat Hindu memiliki keyakinan bahwa pahala atau hasil dari buah karma akan diterima oleh orang yang berbuat, demikian pula oleh orang yang menyuruh melakukan perbuatan, serta oleh mereka yang menyetujui dilakukannya perbuatan tersebut, apa pun bentuk pahalanya.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu—yang telah diberikan kesempatan terlahir menjelma menjadi manusia di dunia ini—kita senantiasa menyayangi diri dengan jalan selalu berhati-hati tatkala akan melakukan perbuatan (meyasa kīrti). Jangan membalas perbuatan jahat dengan kejahatan, tetapi balaslah dengan perbuatan yang sādhubuddhi (pikiran yang luhur). Ingatlah bahwa kejahatan yang dilakukan pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya (pratikāra), bahkan dapat menghancurkan dirinya sendiri.

Niscaya, dengan demikian akan dapat terbangun umat Hindu yang selaras dalam berpikir, serasi dalam bertutur kata, serta sinergis dalam bertindak—Tri Kaya Sandhi.
(SS. 315–316)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/10/2025 Umat Sedharma, dalam susahstra ada disebutkan: “Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate.”Ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berniat melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada ubahnya seperti membidik…

  • Rahasyajñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 6 Juni 2026 Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai kitab rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi kandungan pustaka suci Weda, Mahāṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa serta Mahāṛṣi Vyāsa melalui epos…

  • Widvāṅga

    Mutiara WedaYogyakarta, 31 Mei 2026 Umat sedharma, jika dilihat dari dinamika kehidupan pada zaman ini, artha atau uang serta kekayaan seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan serta sangat dihargai pada zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia seakan-akan…

  • Putra Sisya Tadana (Slokantara 23)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)25 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Putra Sisya Tadana (Slokantara 23) Putra Sisya Tadana adalah pendidikan bagi anak dan murid agar tumbuh menjadi pribadi yang berkepribadian luhur. Hakikat pendidikan terhadap anak dan murid adalah membentuk generasi yang memiliki karakter mulia, berbudi pekerti luhur, dan berintegritas. Anak dan murid yang berkualitas,…

  • Pentingnya Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 27 Mei 2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan pentingnya menyingkirkan niat-niat kotor dan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri, “āpma hato na somaḥ.” Dengan lebih menampakkan nilai-nilai kebajikan dan kemuliaan, serta menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela dan jahat terhadap sesama, seseorang akan mampu menuju kebaikan, kemuliaan dalam berperilaku, serta terbangunnya kesucian…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 14/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa manusia yang dilahirkan ke dunia namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya sendiri, terlebih hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, disebut sebagai jadma kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan…