Filosofi Susukham

Palangka Raya, 28.10.2025

Disajikan sebuah topik Filosofi Susukham artinya baik dan menyenangkan. Sebuah ajaran luhur terkait masa Wanaprastha pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX.2 yang dikutip sebagai berikut.

“राजविद्या राजगुह्यं पवित्रमिदमुत्तमम् ।
प्रत्यक्षावगमं धर्म्यं सुसुखं कर्तुमव्ययम् ॥ ९-२॥
rāja-vidyā rāja-guhyaṁ pavitram idam uttamam,
pratyakṣāvagamaṁ dharmyaṁ su-sukhaṁ kartum avyayam.
Artinya:
Inilah raja ilmu pengetahuan, rahasia terbesar, mulia dan tinggi, mudah dimengerti, sesuai dengan dharma, baik dan menyenangkan untuk dilaksanakan dan kekal abadi.”

Makna filosofi Susukham adalah sebuah rahasia ilmu pengetahuan berdasarkan dharma atau kebenaran disebut Rājavidyā. Sebagai umat Hindu dalam melakoni masa Wanaprastha hendaknya memiliki raja ilmu, ilmu mistik, ilmu rahasia, ilmu Susukham, yakni ilmu yang baik dan menyenangkan. Ilmu mistik maksudnya bukan ilmu untuk membuat diri dan orang lain bencana atau bahaya, tetapi ilmu yang baik dan menyenangkan diri sendiri dan orang lain berupa dharma atau kebenaran sejati.

Ilmu yang baik dan menyenangkan juga berupa Rājaguhya artinya rahasia dari yang rahasia. Ilmu yang baik dan menyenangkan merupakan sādhana pavitram adalah alat pensuci yang uttamam atau tertinggi, terutama, termulia. Ilmu yang baik dan menyenangkan adalah pratyakṣāvagamaṁ yakni ilmu yang dapat diwujudkan dengan intuisi langsung sesuai dharmyaṁ atau ilmu yang sesuai dengan dharma atau menegakkan kebenaran.

Begitulah makna nilai filosofi Susukham, yakni baik dan menyenangkan diri dan orang lain pada masa Wanaprastha. Menjadilah kartum avyayam artinya orang yang dapat melakukan kebaikan dan pengendalian diri secara kekal abadi untuk berbuat dharma sebagai ilmu rahasia yang baik dan menyenangkan diri sendiri serta orang lain sebagai sesama manusia yang taat dharma.

Pada intinya, bahwa filosofi Susukham merupakan ilmu rahasia yang dilaksanakan dengan baik dan menyenangkan semuanya atas dasar dharma sebagai Dharmika di jagat raya ini. Semoga masa Wanaprastha bisa terwujud dengan baik dan menyenangkan. Rahayu. Svaha. Kṣamā ca kṣami.

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Asakta Buddhih

    Palangka Raya, 21/09/2025 Diuraikan sebuah sajian konteks ekoteologi yakni Asakta Buddhih, artinya kecerdasan yang tidak terikat di mana saja. Mari dimaknai ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XVIII.49 yang dikutip berikut ini: असक्तबुद्धिः सर्वत्र जितात्मा विगतस्पृहः ।नैष्कर्म्यसिद्धिं परमां संन्यासेनाधिगच्छति ॥ १८-४९॥ asakta-buddhiḥ sarvatra jitātmā vigata-spṛhaḥ,naiṣkarmya-siddhiṁ paramāṁ sannyāsenādhigacchati Artinya:“Orang yang kecerdasannya tak terikat di mana…

  • Suluh Nikang Prabha

    Mutiara Weda Jogjakarta, 04/05/2026 Umat Se-dharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan Kesadaran Sejati atau Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai inti dasarnya, yang kemudian diperhalus oleh kecerdasan emosionaldan kecerdasan spiritual menuju pada kesadaran sejati, dengan bhūṣaṇa-bhūṣaṇa sebagai pengikatnya. Busana kekayaan berupa keramahan, dan busana orang kuat berupa ucapan…

  • Viśuddha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/03/2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda disebutkan: sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya, dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri, yang disebut svatantra kartā (pelaku yang bebas menentukan tindakan). Demikian pula, tak satu pun manusia dapat luput dari kerja walaupun hanya sesaat; oleh hukum alam, manusia tidak…

  • Tumbuhkan Rasa Damai di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa tatkala seseorang memiliki rasa benci kepada orang lain, hal itu sama nilainya dengan meminum racun. Kebencian akan membuat hidup terbebani secara terus-menerus selama belum mampu memaafkan, bahkan akan terus menempati ruang di hati secara cuma-cuma sehingga mengganggu proses berpikir, bertindak, dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengeluarkan…

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…