Berkesadaran Perilaku Bijak

Mutiara Weda

14/10/2025

Umat Sedharma,
orang yang memiliki kualitas kerohanian samyag-jñāna dan memahami berbagai pengetahuan suci, vruh ring sarva-jñāna, tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat serta berbagai tipu muslihat dari mereka yang berhati gelap.

Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia — ri hati ya tonggwanya, tan madoh ri awak (akar kejahatan bersarang dalam hati, tidak jauh dari diri manusia itu sendiri) — sehingga perlu diwaspadai dengan kesadaran perilaku yang bijak atau meyasakerti.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita senantiasa membangun prilaku budhi luhur berlandaskan ajaran etika, dengan menjauhkan diri dari tindakan kotor dan jahat, sambil meyakini bahwa setiap kejahatan pasti berbuah penderitaan (pāpa atau upekṣa). Niscaya akan terwujud umat Hindu yang damai, rukun, dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

(Slokantara 7. hal. 26)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ilmu & Racun dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 25/11/2025 Umat sedharma, jika direnung-renungkan dalam sebuah paribasa (peribahasa), pengetahuan yang tidak digunakan itu sesungguhnya adalah racun dalam diri. Begitu pula halnya makanan akan menjadi racun tatkala pencernaannya kurang baik. Demikian juga dalam hal berdiskusi, Tarkavāda (perdebatan logis) dapat menjadi racun bagi orang yang miskin atau kurang ilmunya. Orang yang tahu, tetapi tidak…

  • Pentingnya Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 27 Mei 2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan pentingnya menyingkirkan niat-niat kotor dan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri, “āpma hato na somaḥ.” Dengan lebih menampakkan nilai-nilai kebajikan dan kemuliaan, serta menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela dan jahat terhadap sesama, seseorang akan mampu menuju kebaikan, kemuliaan dalam berperilaku, serta terbangunnya kesucian…

  • Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara Weda Yogyakarta, 3 Juni 2026 Umat Se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kaliyuga, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat ketidakmampuan menyinergikan unsur Tri Guṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri…

  • Filosofi Candramasi

    Disajikan uraian dengan topik Filosofi Candramasi, artinya yang ada dalam bulan. Mari dipahami dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XV-12 yang dikutip sebagai berikut: “यदादित्यगतं तेजो जगद्भासयतेऽखिलम् । यच्चन्द्रमसि यच्चाग्नौ तत्तेजो विद्धि मामकम् ॥ १५-१२॥ yad āditya-gataṁ tejo jagad bhāsayate ‘khilam, yac candramasi yac cāgnau tat tejo viddhi māmakam. Artinya: Cahaya,…

  • Bangun Soliditas Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 21 Juli 2027 Umat Sedharma, Dalam Pustaka Suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.” Ajaran suci ini mengajarkan umat Sedharma untuk senantiasa bersinergi, bersatu, dan berpikir secara strategis demi mewujudkan tujuan bersama. Demikian pula dalam mantra Sahrdayam samanasyam avidvesam kṛṇomi vaḥ… dijelaskan…

  • Pūrvāgama Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 1 Juli 2026 Umat Se-dharma, umat Hindu dalam menjalankan dharmaning hidup memiliki kewajiban suci yang disebut dharmaning agama, yaitu berkewajiban mempelajari, memahami, dan memancarkan isi Kitab Suci Weda, Dharma Vāhinī, serta memahami berbagai ilmu pengetahuan suci, yaitu Āndrayuga atau Vruh Ring Sarva Jñāna (pengetahuan tentang segala ilmu), sehingga dapat menjalankan wiweka (kemampuan…