Suluh Kehidupan

Mutiara Weda
27/09/2025

Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapapun.

Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) serta mensinergiskan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sambil memahami hakekat ajaran Dharma, menjadi obor atau penerang kehidupan bagi setiap manusia menuju kehidupan yang benar (Satyam), baik (Sivam), dan indah (Sundaram).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, kewajiban kita adalah menjadikan ajaran Dharma sebagai cahaya kehidupan (Suluh Ikang Prabha). Perkataan, perbuatan, dan pikiran yang menyakitkan bagi diri sendiri hendaknya tidak dilakukan terhadap orang lain. Dengan demikian, seluruh Indriya (panca indera) dapat dikendalikan, dan perilaku yang penuh kedamaian menuju tata kelola Dharma yang benar (Dharma Laksana) dapat terwujud.

(Slokantara 29 & SS. hal 41–42)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/05/2025 Umat sedharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja atau Karma dan dari pengabdian itu pula akan dapat terbangunnya kesucian dalam diri sebagai pondasi dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (Sauca) akan mendapatkan kemuliaan, dengan kemuliaan akan mendapatkan kehormatan, dan dengan kehormatan pula akan dapat memperoleh kebenaran atau…

  • Singkirkan Rasa Benci & Jauhkan Niat-Niat Jahat dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: Papma hato na somah, singkirkan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri dan kejarlah selalu nilai-nilai perilaku kebajikan & kemuliaan. Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela & jahat terhadap sesama merupakan suatu keharusan untuk menuju kebaikan, kemuliaan, serta terbangunnya kesucian batin. Oleh karena itu, sebagai umat…

  • Filosofi Punya

    Palangka Raya, 27.10.2025 Diuraikan topik filosofi Punya, artinya baik, mulia, suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.28 yang dikutip sebagai berikut: “सर्वभूतानि सम्मोहं सर्गे यान्ति परन्तप ॥ ७-२७॥येषां त्वन्तगतं पापं जनानां पुण्यकर्मणाम् ।yeṣāṁ tu anta-gataṁ pāpaṁ janānāṁ puṇya-karmaṇām,te dvandva-moha-nirmuktā bhajante mām dṛḍha-vratāḥ.”Artinya:Tetapi mereka yang berperilaku baik, yang tak mempunyai dosa lagi,…

  • Nidhanam (BG III.35)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Nidhanam (BG III.35) Nidhanam berarti kematian. Menjalankan tugas mulia sebagai tugas utama diri sendiri, meskipun belum sempurna, tetap lebih baik daripada menjalankan tugas orang lain dengan lebih baik tetapi penuh bahaya atau bhayāvaha. Marilah memaknai filosofi Nidhanam (kematian) dalam kaitannya dengan Svadharma (tugas sendiri) dan…

  • Daivasura Sampad

    Mutiara Weda Yogyakarta, 18/10/2025 Umat se-dharma, ada dua macam makhluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di dunia ini, yaitu yang bersifat mulia dan yang bersifat jahat. Ciptaan yang bersifat bijak dan mulia disebut Daivī Sampad. Karakternya adalah penuh kebijaksanaan, memiliki kemurnian hati, serta mampu menguasai dan mengendalikan indriya. Sedangkan ciptaan yang berperilaku jahat disebut…

  • Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara Weda Yogyakarta, 3 Juni 2026 Umat Se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kaliyuga, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat ketidakmampuan menyinergikan unsur Tri Guṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri…